Seputar Publik / Opini

Mengenang Pahlawan Reformasi Trisakti: Jejak Pengorbanan Empat Mahasiswa yang Mengubah Arah Demokrasi Indonesia

Dua puluh delapan tahun berlalu, semangat perjuangan Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie tetap hidup sebagai simbol keberanian mahasiswa dalam menegakkan demokrasi dan keadilan
Heru Riyadi: Heru Riyadi: "Mengenang empat mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur pada 12 Mei 1998—pengorbanan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan reformasi dan demokrasi Indonesia.

Seputarpublik.com || JAKARTA -- Tanggal 12 Mei selalu menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Pada hari itu, bangsa ini mengenang gugurnya empat mahasiswa Universitas Trisakti yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Reformasi—simbol keberanian, idealisme, dan pengorbanan generasi muda dalam memperjuangkan perubahan.

Keempat mahasiswa tersebut adalah:

1. Elang Mulia Lesmana

Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin angkatan 1996, yang gugur pada usia 20 tahun.

2. Heri Hertanto

Mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 1995, yang gugur pada usia 21 tahun.

3. Hafidin Royan

Mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 1996, yang gugur pada usia 22 tahun.

4. Hendriawan Sie

Mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 1995, yang gugur pada usia 23 tahun.

Mereka kehilangan nyawa saat mengikuti aksi damai di lingkungan kampus Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, dalam momentum yang kemudian tercatat sebagai bagian penting dari Tragedi Trisakti.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik balik yang memperkuat gelombang reformasi nasional, yang pada akhirnya berujung pada berakhirnya era pemerintahan Soeharto pada 21 Mei 1998.

Simbol Pengorbanan dan Semangat Demokrasi

Tulis Komentar

Komentar