Seputarpublik.com, TASIKMALAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Kirab Budaya “Napak Tilas Pajajaran” dalam rangka Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas masyarakat Sunda.
Kirab budaya yang telah digelar untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya berlangsung di Sumedang dan Kawali (Ciamis), mengusung tema “Nyuhun Buhun Nata Nagara” dengan subtema hari ketiga “Nyukcruk Galur Galunggung”.
Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran Forkopimda, tokoh adat, budayawan, serta ribuan masyarakat yang memadati jalur kirab.
Semula, rute kirab direncanakan berakhir di Kampung Naga, Kecamatan Salawu. Namun, karena pertimbangan potensi kemacetan, titik akhir dialihkan ke Pendopo Kabupaten Tasikmalaya.
Prosesi kirab menampilkan beragam atraksi budaya, mulai dari tarian tradisional, iring-iringan kuda pengawal, hingga kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih sebagai simbol kejayaan dan legitimasi masyarakat Sunda.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya menjaga amanah leluhur dalam kehidupan masyarakat modern.
Komentar