Seputar Publik / Megapolitan

Disdik Kota Bekasi Panggil Guru PPPK Yang Adukan TPP nya dipotong Ke Gubenur KDM

Guru P3K yang adukan TPP nya di potong sedang mengadu ke Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyasi (KDM) Guru P3K yang adukan TPP nya di potong sedang mengadu ke Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyasi (KDM)

Seputar Publik Kota Bekasi - Dinas pendidikan Kota Bekasi berencana akan memanggil Guru  berstatus PPPK yang mengadukan pemotongan TPP Pemkot Bekasi ke Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Gedung Sate Pada 13 April 2025.

Guru SD Negeri Pedurenan II bernama Bedi Setianto,SE rencananya akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi oleh Sekertaris dan Kepala Bidang PTK pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi pada Selasa 22 April pukul 09 pagi diruang Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Lt.2.

Berikut bunyi surat Undangan Klarifikasi yang bernomor 400.3/1406/DISDIK.Set yang ditandatangani Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ahamd Yani, yang ditujukan kepada Guru SDN Pedurenan II, Bedi Setianto.

Menindaklanjuti pemberitaan media siber inijabar.com pada pada Senin 14 April 2025, dengan judul "Siapa Sosok ASN Guru yang Berani Lapor Gubernur, Disdik Kota Bekasi Bungkam".

Atas dasar berita tersebut, maka Disdik mengundang Bpk.Dedi Setianto,SE untuk dapat hadir menghadap Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang PTK dan hadir tepat waktu.

Demikian isi dari surat pemanggilan Guru yang sempat Viral mengadu ke Gubernur Jawa Barat KDM.

Dari kejadian tersebut, Kenapa musti di klarifikasi, sedangkan apa yang dilaporkan Guru tersebut merupakan bagian daripada hak mereka yang berkurang. Seharusnya Justru Disdik menyerahkan Ke Itko untuk diriksus atau nvestigasi.

Dan kejadian tersebut menunjukan, Karena saluran bagi ASN/PPPK untuk menyampaikan hak tidak tersedia, maka mereka mencari sumber pertolongan lain, termasuk ke Gubernur supaya keluhannya dapat didengar langsung.

Sebenarnya klarifikasi juga dapat saja dilakukan oleh Bagian Humas, misalkan kenapa diturunin TPP karena berbagai alasan lain dan satu hal.

Kejadian seperti itu harus belajar dari kejadian anggota Damkar di Depok yang berusaha membongkar dugaan korupsi diinstantsinya bekerja berujung pada pemecatan.

(*)

Tulis Komentar

Komentar