Seputarpublik.com, JAKARTA — Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) melalui Lembaga Kajian Islam dan Timur Tengah menggelar kuliah umum internasional dengan menghadirkan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Kegiatan bertajuk “Dinamika Kontemporer Iran: Mendorong Dialog, Kerja Sama, dan Masa Depan Bersama” ini menjadi forum akademik untuk memperluas wawasan global sekaligus memperkuat dialog konstruktif antara Indonesia dan Iran.
Dalam paparannya, Boroujerdi menyoroti dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk kondisi gencatan senjata yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. Ia menekankan bahwa stabilitas kawasan memerlukan komitmen bersama dari berbagai pihak.
“Perdamaian membutuhkan komitmen bersama, pengendalian eskalasi, serta kerja sama internasional yang dilandasi saling menghormati,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Selain isu geopolitik, forum ini juga mengangkat pentingnya persatuan umat Islam di tengah berbagai tantangan global. Perbedaan pandangan politik maupun mazhab dinilai tidak seharusnya melemahkan ukhuwah, melainkan perlu dikelola melalui pendekatan yang inklusif dan dialogis.
Dalam konteks hubungan bilateral, kerja sama pendidikan dinilai menjadi salah satu pilar strategis yang dapat terus diperkuat. Pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif, hingga pemanfaatan platform digital menjadi peluang konkret dalam mempererat hubungan kedua negara.
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA) UIA, Dailami Firdaus, menegaskan bahwa kampus memiliki peran penting dalam menjembatani kolaborasi global melalui pendidikan.
“Kemitraan internasional bukan hanya penting bagi UIA, tetapi juga menjadi jembatan ilmu dan budaya yang memberi manfaat luas bagi bangsa dan umat,” ujarnya.
Ia menambahkan, UIA terus mendorong internasionalisasi kampus sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap dinamika global.
Melalui kegiatan ini, UIA menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang mendorong dialog terbuka, inklusif, dan berorientasi pada masa depan bersama. Forum akademik ini diharapkan dapat memperkuat hubungan people-to-people contact antara Indonesia dan Iran, sekaligus berkontribusi pada terciptanya dunia yang lebih damai, stabil, dan berkeadilan.(*/hel)