“Sebagai orang Jakarta, anak Betawi tentunya pasti bangga mendapat tugas mulia membawa misi budaya kita yang sudah ditetapkan oleh UNESCO, sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WTB), sebuah kehormatan besar bagi kami keluarga besar ASTRABI, khususnya perguruan silat Congkok, bahwasanya kita sudah berkembang menuju internasional.
Jadi saya rasa baru pertama kali nih perguruan silat Betawi yang nyebrang ke luar negeri dan ini menjadi sebuah kemajuan yang luar biasa, bahkan ini bisa dibilang menjadi sebuah misi yang pionir, untuk itu pesan saya adalah jaga segala sikap kita disana, karena ini menyangkut nama baik kita semua khususnya bangsa Indonesia, kita bukan wisata atau tour seperti pesan Ketua Rombongan Bang Imron tadi,” jelas Yusron.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana (kiri) didampingi Kepala Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPK PBB) Setu Babakan, Imron Yunus (kanan) beserta Ketua Umum ASTRABI, Yusron Sjarief (kemeja putih) saat melepas tim Pencak Silat Congkok menuju Santiago Chile.
Ditemui ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana menjelaskan, bahwa dalam program ini pihak kami juga menugaskan beberapa orang official untuk mendampingi delegasi tim pencak silat Congkok menuju Santiago Chile, tujuan daripada kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi dan kemitraan dengan para pegiat seni budaya khususnya pencak silat di Santiago Chile, selain itu juga memperkenalkan beberapa kebudayaan Betawi disana.
“Cukup lama memang, hampir satu bulan disana, tapi harapannya akan membawa nama baik dan sentimen positif buat masyarakat Jakarta, khususnya para pegiat seni budaya pencak silat Betawi.
Saat ini dukungan atau support dari Pemprov DKI sudah terlihat semakin marak, makin terlihat bahwa Betawi bukan bagian dari kegiatan yang biasa biasa saja, bahkan bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam menggiatkan seni budaya.
“Terakhir dalam persiapan besok ini di istana negara kita akan mempersiapkan kegiatan “Istana Berkebaya” sebanyak hampir 30 ribu wanita menggunakan kebaya encim, kebaya khas Betawi akan hadir di istana negara. Kita akan perkenalkan bahwa Betawi bukan hanya sekedar silat, bukan hanya rame-ramean yang dianggap apa sebagian orang, tapi Betawi juga punya citarasa seni, punya soliditas masyarakat Betawi yang baik, disamping itu juga mampu memperkenalkan kepada dunia luar bahwa Betawi juga punya batik khas yaitu kebaya Kerancang atau yang lebih dikenal dengan kebaya encim,” pungkas Iwan.
Perlu diketahui bahwa di Chile sudah ada komunitas pencinta Budaya Indonesia, dimana mereka belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia. Mereka juga ingin banyak belajar banyak tentang ilmu beladiri silat dari Indonesia. (hel)
Komentar