Seputarpublik, Aceh Timur – Puluhan Masyarakat berserta unsur Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Meja Ijoe, Kecamatan Darul Aman,Kabupaten Aceh Timur melakukan acara bakti sosial dalam rangka memperingati 17 tahun Mou Helsinky.
Dalam giat tersebut masyarakat dan KPA Sagoe meja ijoe bergotong royong merawat tugu monument sejarah tragedi Simpang Kuala Idi Cut yang merupakan salah satu pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) yang terjadi saat konflik berkepanjangan di Aceh, Senin 15 Agustus 2022.
Tragedi Simpang Kuala Idi Cut merupakan salah satu tragedi bersejarah yang menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Aceh tepatnya pada tanggal 03 February 1999 Ratusan masyarakat sipil dibantai oleh oknum Aparat Keamanan Negara kemudian diangkut dan ditenggelamkan dalam sungai Arakundo,isak tangis ribuan rakyat Aceh kala itu mendampingi evakuasi korban pembantaian di sungai Arakundo hingga air mata ribuan rakyat Aceh menjadi saksi sejarah saat itu.
Pasca pembantaian simpang kuala idi cut ratusan orang tua kehilangan anak tercinta dan ratusan anak-anak kehilangan ayahhanda tercinta kini tragedi air mata tersebut di kenang dengan dibangun sebuah monument Tugu sebagai bukti sejarah berdarah tragedi pembantaian pelanggaran Ham di Aceh,Tugu yang berdiri di simpang kuala idi cut,Desa Matang Pineng tersebut tertanam harapan keadilan meskipun pelaku pelanggaran Ham puluhan tahun masih abu-abu.
Komentar