Seputar Publik Bandung – Aksi mewarnai kericuhan memadatkan besar di Kota Bandung pada Sabtu malam (30/8/2025) hingga dini hari. Massa yang marah sempat membakar Wisma DPR dan memicu situasi panas. Namun ketegangan menetap setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke lokasi unjuk rasa.
Di tengah kepulan asap gas air mata, Dedi Mulyadi mendekati kerumunan. Tanpa jarak dengan rakyat, ia berdialog dan menenangkan massa. Kehadirannya yang sederhana, tanpa protokoler berlebihan, membuat pendemo merasa didengarkan. Bahkan, Dedi sempat membagikan uang untuk makan malam mereka seraya mengajak pulang agar situasi kembali kondusif.
"Saya harap semua bisa tenang. Jangan anarkis, karena gedung dan fasilitas ini milik rakyat Jawa Barat juga. Mari kita jaga bersama demi masa depan yang sejahtera dan istimewa," ujar Dedi kepada massa.
Kehadiran Dedi yang sempat terkena semburan gas air mata tidak membuatnya mundur. Justru dengan sikap santainya, ia mampu mencairkan suasana. Gedung Sate yang sempat menjadi kekhawatiran tetap aman dari serangan demonstrasi.
Saat ditanya mengenai tuntutan agar DPR dibubarkan, Dedi hanya melontarkan senyum dan menjawab, “Itu tanyakan saja pada anggota dewan.”
Langkah Dedi turun langsung di tengah malam dinilai sebagai upaya berani yang mampu meredam potensi yang dihasilkan lebih besar. Di saat pejabat lain memilih diam, Dedi hadir di tengah rakyatnya.(rend).
Komentar