> “Bagi kami sederhana. Ketika masyarakat membutuhkan, kami harus hadir,” ujarnya.
PTPN IV PalmCo tercatat sebagai salah satu entitas yang paling awal masuk ke Aceh Tamiang pascabanjir.
Huntara Danantara berdiri di atas lahan milik PTPN seluas 5,85 hektare dengan kapasitas sekitar 600 unit. Selain menyediakan lahan, perusahaan juga mendukung land clearing, pembangunan fasilitas umum, hingga pengamanan kawasan. Penyiapan lahan serupa juga dilakukan di sejumlah titik untuk hunian sementara dan hunian tetap warga terdampak.
Menurut Jatmiko, pendampingan tidak berhenti pada penyediaan hunian. Integrasi sosial warga pengungsi dengan masyarakat sekitar juga menjadi perhatian melalui kegiatan sosial dan keagamaan.
> “Kami menyatu dengan warga Aceh Tamiang. Kami tidak akan bosan membantu,” tegasnya.
Huntara Danantara merupakan proyek kolaborasi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia yang juga dikunjungi Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026. Kini, kawasan tersebut bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang tumbuh kembali bagi para penyintas—dengan kehadiran negara yang konsisten dari masa darurat hingga pemulihan harapan. [Red]
Komentar