Seputar Publik / Nusantara

Tim Kontra Radikalisme Div Humas Polri Silaturrahmi Kamtibmas di Ponpes Islahuddiny Lombok Barat

“Saat anak masuk ke kamar dengan ponsel, kita harus memastikan mereka tidak mengakses konten yang berbahaya. Radikalisme bisa masuk lewat aplikasi-aplikasi yang kelihatannya tidak mencurigakan,” ungkapnya.

Kombes Pol. Erdi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di berbagai daerah, terutama di lingkungan pendidikan seperti pesantren, guna membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal.

“Radikalisme adalah musuh bersama, dan kita harus bersatu untuk melawannya,” pungkas Kombes Erdi.

Selain Kombes Pol. Erdi, hadir pula Ustadz Nasir Abbas, mantan narapidana teroris yang kini aktif dalam program deradikalisasi. Ustadz Nasir berbagi pengalaman hidupnya, bagaimana ia dahulu terjerumus dalam paham radikal, dan kini berusaha mengajak masyarakat untuk tidak mengikuti jejaknya.

“Saya salah memilih guru. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan dari sumber yang benar,” tuturnya.

Acara ini mendapat apresiasi luas dari para peserta, terutama para santri dan santriwati yang tampak antusias mendengarkan setiap materi yang disampaikan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Islahuddiny, TGH. Muhlis Ibrahim, juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Polri yang telah peduli terhadap masa depan generasi muda di NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Barat.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan menambah wawasan masyarakat, khususnya di Lombok Barat, mengenai bahaya radikalisme dan terorisme.
Demikian dirilis Bid Humas Polda NTB untuk dipublikasikan melalui media, demikian ungkap Kabid Humas Komisaris Besar Polisi Rio Indra Lesmana.
(Yyt)

Tulis Komentar

Komentar