Seputarpublik, Kota Bekasi – Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ziarah ke makam ulama besar sekaligus pahlawan nasional KH. Noer Alie di Ponpes At Taqwa Putri, Ujung Harapan, Babelan, Bekasi
Hadir mendampingi ziarah Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Asisten Daerah II Inayatullah, Kepala Bagian TU Priyadi, Kepala Bapenda Arif, serta ketua dan para pengurus Yayasan At Taqwa.
Disela sela ziarahnya dihadapan Ketua Dewan Pembina Yayasan At Taqwa KH Abid, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan berjanji akan segera merealisasikan perjanjian kerjasama antara Islamic Center Bekasi dengan Pemkot Bekasi.
Ketua Dewan Pembina At Taqwa KH Abid pun sangat mengapresiasi niat baik Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, turun tangan dalam penyelesaian payung hukum kerjasama antara Pemerintah Kota Bekasi dengan Yayasan Islamic Center KH Noer Ali.
“Alhamdulillah, panjang menunggu dan tentunya ini menjadi jalan terang, berita menggembirakan bagi umat Islam, karena selain warisan sejarah, Islamic Center ini merupakan milik umat Islam yang ada di Bekasi. Sangat apresiasi tentunya kedepannya ini akan disegerakan prosesnya,” ucap KH. Abid
Sementara itu berkaitan dengan acara ziarahnya ke makam KH. Noer Alie, Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengucapkan syukur Alhamdulillah bertepatan dengan hari Haul Pahlawan Nasional KH Noer Ali ke 32, bisa ziarah ke makam guru besar kita.
“Sekaligus juga bisa silaturahmi dengan sanak kerabat dan berdiskusi terkait penyelesaian Islamic Center Bekasi yang harus segera diselesaikan payung hukumnya,” ujar Plt Wali Kota Bekasi
Sebab, menurut Tri Adhianto, Islamic Centre Bekasi adalah bukti sejarah dari seorang kiyai yang menggagas ide untuk seorang Bupati. KH Noer Alie menyampaikan gagasan, bupatinya H Suko Martono Sami’na Wa Atho’na dengan gagasan itu. Sinergi dua kekuatan umat inilah yang melahirkan Islamic Centre Bekasi. Ini keharmonisan antara ulama dan umaro.
Dijelaskan, Islamic Center merupakan sebuah perjalanan sejarah besar yang memiliki nilai spiritual yang tinggi. Bisa dipahami, dakwah yang makin banyak tantangan, kehidupan sosial yang makin matrialistik, hedonistic dan hidup dalam suasana disharmoni.
Pastinya berdakwah menuntut banyak kekuatan dan kecakapan. Perkembangan Islamic Center merupakan pusat kajian keilmuan Islam, informasi dan melahirkan tokoh tokoh cendekiawan.
“Islamic memiliki perjalanan sejarah Bekasi, memiliki nilai spiritual yang tinggi, menjadi pusat kajian keilmuan, informasi dan melahirkan tokoh cendekiawan. Islamic merupakan pusat dari umat Islam, menjadi milik umat yang ada di Kota Bekasi, tentunya ini menjadi simbol dari keberagaman serta keharmonisan,” jelas Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.