Seputar Publik / Berita

Aksi Rakyat Bela Indonesia Serukan 5 Tuntutan, Tamsil Linrung Soroti Persoalan Wapres

Ribuan peserta berkumpul di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, menyuarakan persatuan nasional, penegakan hukum, pemberantasan oligarki, dan pelaksanaan konstitusi. Tamsil Linrung menyoroti persoalan persyaratan jabatan wakil presiden yang menurutnya perlu diselesaikan melalui mekanisme hukum.
Ribuan peserta menghadiri Aksi Rakyat Bela Indonesia di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). Sejumlah tokoh nasional menyampaikan pandangan dan lima tuntutan terkait penegakan hukum, konstitusi, serta kedaulatan negara. Ribuan peserta menghadiri Aksi Rakyat Bela Indonesia di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). Sejumlah tokoh nasional menyampaikan pandangan dan lima tuntutan terkait penegakan hukum, konstitusi, serta kedaulatan negara.

Seputarpublik.com || JAKARTA, – Ribuan orang menghadiri Aksi Rakyat Bela Indonesia yang digelar di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). Aksi yang diikuti sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan tokoh nasional tersebut menyuarakan lima tuntutan, mulai dari penegakan hukum atas dugaan penyadapan ilegal, pemberantasan oligarki, hingga pelaksanaan konstitusi.

Pembina AQL Islamic Center sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Aksi Rakyat Bela Indonesia, KH Bachtiar Nasir atau UBN, membacakan lima tuntutan gerakan tersebut di hadapan peserta aksi.

Sementara itu, anggota DPD RI Tamsil Linrung menyoroti persoalan persyaratan jabatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapatkan penyelesaian melalui mekanisme hukum dan ketatanegaraan.

Tamsil menjelaskan bahwa kehadirannya dalam aksi tersebut merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat mengenai perkembangan situasi nasional. Ia menyatakan akan meneruskan aspirasi yang disampaikan peserta kepada rekan-rekannya di DPD RI.

Tulis Komentar

Komentar