Seputar Publik / Berita

Bangkitnya Intelektual Betawi di Hari Kebangkitan Nasional

Sejumlah intelektual Betawi berpoto bersama dalam acara Silaturrahim memperingati  hari Kebangkitan Nasional di Assyiik Resto, Setu Cipayung, Kecamatan Setu Cipayung, Jakarta Timur.  Sejumlah intelektual Betawi berpoto bersama dalam acara Silaturrahim memperingati hari Kebangkitan Nasional di Assyiik Resto, Setu Cipayung, Kecamatan Setu Cipayung, Jakarta Timur. 

"Padahal, banyak profesor dan doktor dari komunitas etnis masyarakat Betawi yang bisa diajak kerjasama, semisal Prof. Yasmine Shihab, antropolog UI, Prof. Bahrullah Akbar, Mantan Ketua BPK RI, Prof. Hasbullah Thabrani, seorang dokter senior. Prof. Zulkifli, Dekan FKM UI, Prof. Agus Suradika, dan masih banyak lagi yang lain," sebut Prof Murodi.

"Mereka adalah orang-orang hebat dan potensial. Karena itu, meski dalam kesibukan luar biasa, mereka mau menyempatkan diri hadir guna menggagas berdirinya sebuah organisasi atau forum intelektual Betawi. Meski belum disepakati namanya, tapi mereka bersepakat untuk secara bersama membentuk sebuah lembaga untuk menghimpun para intelektual Betawi potensial," sambung Prof Murodi.

Betawi’s Intellectual Circle

Gagasan mendirikan forum atau semisal Betawi’s Intellectual Circle bertjuan, antara lain untuk: 

Pertama, meningkatkan kualitas pemikiran dan penelitian di bidang kebudayaan Betawi. 

Kedua, Mengembangkan program pengabdian masyarakat yang berbasis kebudayaan Betawi.

Ketiga, Meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan Betawi.

Keempat, Membangun jaringan dan kerjasama dengan institusi pendidikan dan penelitian lainnya.

Semua gagasan tersebuat akan dituangkan dalam bentuk Program Diskusi Ilmiah, tentang topik-topik yang relevan dengan kebudayaan Betawi. Selain itu, juga melakukan penelitian kolaboratif dengan institusi pendidikan dan penelitian lainnya tentang kebudayaan Betawi.

Kemudian, ada juga program publikasi Jurnal ilmiah tentang kebudayaan Betawi. Terakhir, program kegiatan budaya yang mempromosikan kebudayaan Betawi, seperti festival, pameran, dan pertunjukan seni.

Dengan demikian, Betawi's Intellectual Circle dapat menjadi wadah bagi intelektual Betawi untuk memajukan pemikiran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai kebudayaan Betawi.

"Hal Itu semua impian kami sebagai intelektual masyarakat Betawi yang tergabung dalam Betawi’s Intellectual Circle. Semoga terwujud semua impian tersebut dalam waktu dekat," harap Prof Murodi.

(*/hel)

Tulis Komentar

Komentar