Seputar Publik / Berita

Begini Aksi Mahasiswa Cipayung Plus Tolak Kenaikan Harga BBM, Masuki Ruang Rapat Paripurna DPRD Palas

Pemerintah juga harus memperhatikan kondisi masyarakat kecil padahal pemerintah menyadari bahwa Indonesia ini adalah diantara negara termiskin dengan puluhan rakyatnya yang tidak memiliki pekerjaan, olehnya itu semestinya pemerintah lebih bersikap realistis terhadap kondisi warganya Pemerintah harusnya bisa mengambil sikap yang lebih tepat dan mempertimbangkan banyak hal sebelum menaikkan bahan bakar minyak.

Menurut Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat, kenaikan harga BBM akan segera disusul oleh naiknya harga berbagai kebutuhan lain. Kenaikan harga pangan dinilai paling berisiko karena akan menjadi beban besar bagi masyarakat, Achmad mengibaratkan masyarakat Indonesia sudah jatuh lalu tertimpa tangga.

Belum usai derita akibat pandemi Covid-19, kini masyarakat menghadapi kenaikan harga BBM dan risiko lonjakan harga berbagai kebutuhan. Kenaikan harga BBM itu problematis karena menurut Achmad dalam beberapa waktu terakhir harga minyak global turun Lalu, pemerintah malah menggunakan APBN untuk proyek mercusuar seperti ibu kota negara (IKN) dan kereta copat, bukannya untuk melindungi masyarakan Kenaikan harga BPM in akan berdampak pada kenaikan harga berbagai bahan pangan dan kebutuhan masyarakat

Maka ketika bicara mengenai keberpihakan itu, tentulah negara mesti memenuhi kebutuhan pokoknya, salah satu kebutuhan pokok itu disebut sebagai sembako, yakm sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat dimana negara wajib mengambil bagian untuk menjamin stok dan harga barang untuk tidak liar mengikuti mekanisme pasar.

Hal ini dikarenakan ketika harga sembako tidak stabil, akan berdampak pada kehidupan rakyat yang menjadi tidak normal.

Namun bagaimanapun itu pasti terjadi Karena menurut para ahli ekonomi, bahwa kenaikan BBM pasti berimplikasi pada naiknya harga sembako secara otomatis.

Maka dari itu, ini tentu menjadi suatu hal yang buruk bagi rakyat. Karena hal ini akan menghalangi rakyat untuk mendapatkan sembilan bahan pokok guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Atas keprihatinan yang mendalam dengan kebijakan pemerintah menaikan harga BBM yang dapat menyengsarakan rakyat, karena akan menyebabkan harga barang-barang dan jasa-jasa semakin mahal, terdampaknya UMKM yang akan semakin rapuh, berpotensi meningkatkan pengangguran, dan berpotensi menyebabkan inflasi, maka dengan ini Cipayung Plus Padang Lawas Menyatakan sikap sebagai berikut

1. Menolak Kenaikan Harga BBM 2. Mendesak Pemerintah untuk Menerapkan Kebijakan Subsidi tepat sasaran.

3. Mendesal. Pemerintah unutk memberantas Mafia Minyak dan Gas (Migas)

4. Mendesak Pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi nasional. mengendalikan Harga Bahan-bahan pokok dan Tanf Harga Listrik

5. Mengecam Tindakan kekerasan yang dilakukan apparat keamanan terhadap aktivis yang sedang melaksanakan aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM diberbagai daerah

Demikianlah pernyataan sikap ini disampaikan dan ditandatangani oleh mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Ketua/Pimpinan PC PMII Palas Rahmad Ibrahim Hasibuan,
DEMA STAIBR Muhammad Nazar Azhari, PD KAMMI Palas Abu Bakar Siddik Hasibuan, PC HMI Palas Marasati Hasibuan, PC HIMMAH Palas Hasan Basri Harahap, Dan PC IMM PALAS-PALUTA Khaidar Ansori Hasibuan. (081)

Tulis Komentar

Komentar