Seputarpublik.com || JAKARTA — Sebanyak 71 siswa kelas XII Manajemen Perkantoran 1 dan 2 SMK Negeri 8 Jakarta mengikuti Pelatihan Public Speaking dan Personal Branding dalam program Guru Tamu Komunikasi Bisnis, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan menghadirkan Dr. Nurlina Rahman, S.Pd., M.Si., dosen UHAMKA sekaligus praktisi public speaking dan pewara/MC profesional, sebagai narasumber. Materi yang diberikan mengangkat tema “Strategi Pengembangan Kompetensi Retorika Public Speaking dalam Komunikasi Bisnis.”
Pelatihan bertujuan membekali siswa dengan kemampuan mengenali potensi diri, membangun personal branding, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan komunikasi yang dibutuhkan di lingkungan pendidikan maupun dunia kerja.
Kegiatan dibuka oleh Yunimas Rumanty. Dalam sambutannya, ia mendorong para siswa mengikuti pelatihan dengan baik karena materi komunikasi bisnis dinilai relevan sebagai bekal mereka ke depan.
Komunikasi Bisnis dan Personal Branding

Dalam pemaparannya, Nurlina menjelaskan bahwa komunikasi bisnis merupakan proses penyampaian pesan, ide, gagasan, atau informasi, baik secara verbal maupun nonverbal, untuk mencapai tujuan komunikasi dalam konteks bisnis.
Menurutnya, kemampuan komunikasi perlu disesuaikan dengan situasi, lawan bicara, serta tujuan yang ingin dicapai.
> “Kemampuan berbicara retorika public speaking (seni berbicara) adalah kunci utama untuk menentukan bagaimana kita menangani sesuatu,” ungkap Nurlina.
Ia juga menjelaskan pentingnya personal branding sebagai bagian dari pengembangan citra, karakter, dan reputasi seseorang di hadapan publik.
Nurlina mendorong siswa melakukan evaluasi diri dan terbuka terhadap penilaian orang lain untuk mengetahui aspek yang perlu diperbaiki.
> “Salah satu cara mengembangkan atau mengevaluasi diri itu adalah minta penilaian, agar kita tahu mana yang harus diperbaiki, mana yang harus kita buang, sifat buruk yang ada di diri kita,” jelasnya.
Menurut Nurlina, personal branding dapat membantu meningkatkan kepercayaan, membuka peluang kerja, dan memperluas relasi. Ia juga mendorong siswa aktif berorganisasi serta mencari pengalaman baru sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Empat Teknik Public Speaking
Dalam materi retorika, Nurlina memperkenalkan empat jenis penyampaian pidato, yakni impromptu atau spontan, manuskrip menggunakan naskah, memoriter dengan menghafalkan materi, serta ekstemporer berdasarkan garis besar atau poin yang telah dipersiapkan.
Peserta juga mendapat kesempatan mempraktikkan teknik public speaking secara langsung, termasuk latihan pernapasan, penggunaan mikrofon, intonasi, serta teknik menjadi pewara atau MC.
Selain itu, Nurlina menjelaskan enam teknik pengembangan bahasa dalam mengorganisasikan pesan, yaitu penjelasan, contoh, analogi, testimoni, statistik, dan perulangan.
Siswa Antusias Ikuti Pelatihan
Sejumlah peserta memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Fitri Fadilah mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai teknik pernapasan, penggunaan mikrofon, personal branding, hingga intonasi.
Hal serupa disampaikan Ahmad Haiqal yang menilai teknik pernapasan dan penggunaan kata ketika menjadi MC penting untuk menghadapi dunia kerja.
Sementara itu, Sekar Arum menilai kegiatan menarik karena peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga melakukan praktik secara langsung.
Peserta lainnya juga memberikan sejumlah masukan, antara lain perlunya lebih banyak praktik kelompok, permainan yang berkaitan dengan materi, serta durasi pelatihan yang lebih panjang agar siswa memiliki kesempatan lebih banyak untuk berlatih.
Dalam sesi tanya jawab, siswa juga aktif membahas persoalan komunikasi bisnis, termasuk bagaimana membangun komunikasi dengan klien serta menghadapi situasi yang melibatkan teman agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Menutup kegiatan, Nurlina mengapresiasi antusiasme siswa kelas XII Manajemen Perkantoran 1 dan 2. Ia berharap materi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman selama pelatihan, tetapi dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, organisasi, pendidikan, maupun sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman praktis kepada siswa dalam meningkatkan kepercayaan diri, mengenali potensi diri, membangun personal branding, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan public speaking.
* Penulis: Adinda Nurmeylia dan Zacky Sobri Zamzamy