Terkait pelaksanaan, Datuk Mudo mengatakan upacara penobatan tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Oktober 2026 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.
Adapun kepastian tanggal pelaksanaan akan dimatangkan melalui rapat internal pengurus yang direncanakan berlangsung pada pertengahan September 2026.
Sesuai arahan Prof. Jimly, acara tersebut direncanakan berlangsung dalam skala besar dengan target sekitar 1.000 peserta.
Para tamu yang direncanakan diundang antara lain jajaran menteri kabinet, termasuk Menteri Dalam Negeri, Menteri Kebudayaan, Menteri HAM, Menteri ATR/BPN, Menteri Kehutanan, dan Menteri Pariwisata.
Selain itu, undangan juga direncanakan mencakup gubernur se-Indonesia, pimpinan BUMN dan perusahaan swasta, pengurus LEMTARI tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta perwakilan tokoh adat daerah, sultan, dan raja dari berbagai wilayah Nusantara.
Dirangkai Seminar Adat dan Budaya
Tidak hanya prosesi penobatan, rangkaian kegiatan tersebut juga direncanakan diisi dengan Seminar Adat dan Budaya Masyarakat Indonesia.
Seminar nasional itu mengusung tema “Perlu Menjadi Orang Beradat dalam Kehidupan Kita”.
Sejumlah tokoh dan pejabat negara direncanakan menjadi narasumber, di antaranya Prof. Jimly Asshiddiqie, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kebudayaan, Menteri HAM, serta Menteri ATR/BPN.
Menurut Datuk Mudo, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat perhatian terhadap adat dan budaya Indonesia sekaligus mendorong keberadaan nilai-nilai adat tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
> “Mari sama-sama kita doakan semoga seluruh rangkaian acara besar ini dapat dipersiapkan dengan matang dan terlaksana dengan baik demi kelestarian adat budaya bangsa,” pungkas Datuk Mudo.(Sml)*
Komentar