Beranda
Seputar Publik / Berita

DXI 2026 Catat Transaksi Rp11 Miliar, Tegaskan Indonesia sebagai Pusat Diving & Outdoor Lifestyle Dunia

Pameran di JICC Senayan catat 13.500 pengunjung dan dorong kolaborasi lintas sektor untuk pariwisata bahari berkelanjutan
Suasana pameran DXI 2026 di JICC Senayan yang mencatat transaksi Rp11 miliar dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri diving dan outdoor lifestyle dunia. Suasana pameran DXI 2026 di JICC Senayan yang mencatat transaksi Rp11 miliar dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri diving dan outdoor lifestyle dunia.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 sukses digelar dan resmi ditutup pada Minggu (26/4/2026) di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Selama empat hari penyelenggaraan, ajang ini menegaskan posisinya sebagai platform terbesar industri diving, outdoor, dan adventure lifestyle di Tanah Air.

Mengusung tema #DAREtoXPLORE: Waves of Collaboration, DXI 2026 tidak hanya menjadi ruang pameran, tetapi juga wadah kolaborasi antara pelaku industri, komunitas, dan pemerintah dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan serta berdampak bagi sektor pariwisata dan lingkungan.

Kolaborasi dengan Asia Dive Expo (ADEX) turut memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia, sekaligus memperluas jaringan industri marine tourism di tingkat global.

Sepanjang penyelenggaraan, DXI 2026 mencatat sekitar 13.500 pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas, profesional, keluarga hingga pelajar.

Antusiasme tersebut berkontribusi pada total transaksi yang mencapai sekitar Rp11 miliar.

Sebanyak 137 peserta pameran, termasuk dari mancanegara seperti Maladewa hingga Korea, turut meramaikan ajang ini dengan menghadirkan beragam produk dan inovasi di bidang penyelaman, olahraga air, hingga perlengkapan petualangan. Kehadiran merek lokal juga menjadi daya tarik tersendiri, memperlihatkan geliat industri dalam negeri yang semakin kompetitif.

Tak hanya pameran, DXI 2026 juga menghadirkan program edukatif melalui 33 sesi talkshow dan 11 sesi workshop yang membahas berbagai topik, mulai dari eksplorasi destinasi tersembunyi, teknologi fotografi bawah laut, hingga isu keberlanjutan lingkungan laut.

Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah pembahasan potensi Maluku Utara sebagai surga tersembunyi wisata bahari, serta pengalaman eksplorasi bawah laut ekstrem yang menyoroti pentingnya kesiapan teknis dan mental dalam aktivitas penyelaman.

Selain itu, isu konservasi juga menjadi sorotan melalui diskusi tentang transplantasi terumbu karang yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga sosial dan edukatif.

Di sisi lain, area kompetisi turut menyemarakkan acara dengan berbagai lomba, mulai dari underwater photography, airsoft, hingga mermaid competition, yang diikuti peserta dari dalam dan luar negeri.

Partisipasi komunitas menjadi salah satu kunci sukses penyelenggaraan tahun ini. Beragam komunitas, mulai dari penyelam, otomotif, hingga overland dan motorcycle enthusiast, turut ambil bagian dan memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor.

Project Manager DXI 2026, Irfant Rifani, menegaskan bahwa capaian tahun ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak.

“DXI 2026 bukan hanya tentang pameran, tetapi tentang membangun ekosistem yang mempertemukan komunitas, industri, dan pemerintah dalam satu visi besar. Kami melihat antusiasme yang luar biasa sepanjang empat hari ini, dan ini menjadi bukti bahwa minat terhadap dunia petualangan dan konservasi di Indonesia terus berkembang,” ujar Irfant.

Ia berharap DXI dapat terus menjadi platform yang mendorong kolaborasi berkelanjutan dan aksi nyata di masa mendatang.

Penutupan acara ditandai dengan pengumuman pemenang berbagai kompetisi, termasuk Underwater Shootout dan Adventure Shootout, serta pengundian hadiah utama berupa perjalanan ke Maladewa.

Dengan capaian tersebut, DXI 2026 kembali menegaskan perannya sebagai barometer industri diving dan outdoor lifestyle di Indonesia, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengembangan sektor pariwisata berbasis petualangan ke depan.(*/hel)