Seputarpublik.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kebudayaan Betawi akan tetap menjadi fondasi utama dalam transformasi Jakarta menuju kota global. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama Majelis Kaum Betawi (MKB) di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Menurut Pramono, penguatan identitas Betawi tidak cukup berhenti pada simbol semata, tetapi harus diwujudkan secara konkret dalam kebijakan serta aktivitas pemerintahan. Ia memastikan nuansa budaya Betawi akan terus hadir dalam berbagai kegiatan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Di Balai Kota, seluruh kegiatan resmi, termasuk pelantikan, menggunakan busana adat Betawi. Ini bentuk penghormatan dan penguatan identitas Jakarta,” ujar Pramono.
Sebagai langkah strategis dalam mengangkat budaya Betawi, Pramono mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, terkait rencana revitalisasi Museum Mohammad Hoesni Thamrin di Senen, Jakarta Pusat.
Komentar