Seputar Publik / Berita

Fahira Idris: Kongres Istimewa MKB Bukti Betawi Masih Tegak di Tengah Arus Jakarta Global

Fahira juga menyampaikan ucapan selamat kepada Fauzi Bowo yang kembali dipercaya sebagai Ketua Dewan Adat MKB, serta kepada Marullah Matali yang kini menjabat sebagai Ketua Wali Amanah MKB. Ia menilai keduanya memiliki dedikasi tinggi dan rekam jejak panjang dalam memperjuangkan kemajuan masyarakat Betawi.


“Keduanya adalah tokoh-tokoh Betawi dengan rekam jejak panjang dalam kepemimpinan, pengabdian, dan komitmen terhadap kemajuan masyarakat serta pelestarian nilai-nilai luhur budaya Betawi. Saya yakin di bawah kepemimpinan keduanya, MKB akan semakin kuat, solid, dan berdaya,” lanjutnya.

Lebih jauh, Fahira berharap MKB dapat menjadi wadah pemersatu dan penggerak utama masyarakat Betawi di berbagai bidang, mulai dari sosial, budaya, hingga ekonomi dan pembangunan kota.

“Saya yakin, MKB mampu memperkuat peran masyarakat Betawi sebagai tuan rumah yang berwibawa, berkarakter, dan berkontribusi nyata dalam menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar kuat pada jati diri budaya Betawi,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Fahira mengajak seluruh elemen masyarakat Betawi untuk terus menjaga kekompakan dan gotong royong demi masa depan Jakarta yang beradab dan berbudaya.

“Insya Allah, dengan kekompakan dan semangat gotong royong, Betawi akan terus maju, berdaya, dan menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya.

Tentang Kongres Istimewa MKB 2025

Kongres Istimewa Majelis Kaum Betawi (MKB) tahun 2025 digelar sebagai forum konsolidasi masyarakat Betawi dari berbagai organisasi. Acara yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat TMII ini mengangkat semangat persatuan dan penguatan peran masyarakat Betawi dalam pembangunan Jakarta yang kini bertransformasi menuju kota global.

Selain memilih Ketua Dewan Adat dan Ketua Wali Amanah, kongres juga menjadi ajang silaturahmi lintas generasi tokoh Betawi serta penegasan komitmen pelestarian budaya Betawi di tengah perubahan zaman. (*/hel)

Tulis Komentar

Komentar