Selain itu, Haji Uma juga ikut menyinggung terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) oleh Kementerian Sosial. Dalam hal ini, dirinya mempertanyakan koordinasi dan konfirmasi Kemensos dengan BPS terkait data penerima bansos yang digunakan.
“Saya menanyakan hal ini ke BPS karena ada korelasinya dengan kemiskinan. Saya pernah melakukan checking di daerah, ada penerima bansos yang memiliki mobil dan saat saya tanyakan jawabannya data dari pusat. Bahkan, ada telah meninggal dunia tapi masih tercatat dan menerima bansos”, pungkas Haji Uma.
Karena itu, Haji Uma menilai bahwa data yang digunakan kurang pembaharuan dan perlu untuk di update. Untuk itu, perlu ada perhatian untuk sinkronisasi data serta metodologi yang digunakan dalam proses penetapan angka kemiskinan oleh BPS.
“Saya dari Aceh dan merasa miris karena Aceh selaku menjadi daerah termiskian di Sumatera berdasarkan data BPS. Untuk itu perlu pembaruan data dan kejelasan soal metodologi proses survey BPS terkait data angka kemiskinan ini”, tutup Haji Uma.(hsa)
Komentar