Seputar Publik / Berita

Holding Perkebunan Nusantara Bangun Hunian Layak bagi Pekerja, Program TJSL PTPN I Regional 5 Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Program bedah rumah melalui TJSL PTPN I Regional 5 menghadirkan hunian yang lebih aman dan nyaman bagi pekerja kebun di Jember sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Holding Perkebunan Nusantara melalui Program TJSL PTPN I Regional 5 merealisasikan bantuan bedah rumah bagi pekerja kebun di Kabupaten Jember sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan hunian yang layak, aman, serta nyaman. Holding Perkebunan Nusantara melalui Program TJSL PTPN I Regional 5 merealisasikan bantuan bedah rumah bagi pekerja kebun di Kabupaten Jember sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan hunian yang layak, aman, serta nyaman.

Seputarpublik.com || JEMBER – Holding Perkebunan Nusantara melalui entitasnya, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 Kebun dan Pabrik Tembakau, merealisasikan program bantuan bedah rumah bagi pekerja kebun sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Program yang dijalankan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjadi wujud kepedulian perusahaan dalam menghadirkan hunian yang layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup para pekerja.

Pelaksanaan program perbaikan rumah dilakukan di dua wilayah kerja strategis di Kabupaten Jember, yakni Kecamatan Jenggawah dan Kecamatan Pakusari. Salah satu penerima manfaat adalah Pak Misal, pekerja harian kebun tembakau di Gudang Barat Jalan yang telah mengabdi sejak awal tahun 2000-an.

Sebelum menerima bantuan, Pak Misal bersama istrinya, Ibu Suyati, tinggal di sebuah rumah sederhana di Dusun Jura Buntu, Desa Jenggawah. Kondisi rumah berdinding anyaman bambu (gedeg) tersebut dinilai kurang layak huni dan bahkan harus disangga dengan bambu agar tidak roboh. Saat musim hujan dan angin kencang, keluarga tersebut kerap menghadapi kekhawatiran terhadap kondisi tempat tinggalnya.

Tulis Komentar

Komentar