Webinar ini diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, perusahaan perkebunan negara dan swasta, akademisi, asosiasi, lembaga penelitian, kelompok tani, organisasi masyarakat, media massa, hingga masyarakat umum.
Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, Dr. Iman Yani Harahap, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kesiapan industri teh menghadapi tantangan perubahan iklim.
> "Melalui webinar ini kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta pembelajaran sehingga mampu memperkuat ketahanan sektor teh dalam menghadapi tantangan iklim ke depan," ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Teh Indonesia, Dede Kusdiman, menegaskan bahwa sinergi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan industri teh nasional.
Menurutnya, fenomena El Nino berpotensi menurunkan produktivitas perkebunan teh sehingga diperlukan langkah mitigasi dan adaptasi yang terintegrasi.
> "Kami berharap peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak El Nino sekaligus berbagai strategi adaptasi dan mitigasi untuk menjaga produktivitas serta daya saing teh Indonesia," katanya.
Untuk memberikan perspektif yang komprehensif, webinar menghadirkan narasumber dari unsur regulator, praktisi industri, dan peneliti.
Komentar