Beranda
Seputar Publik / Teknologi

IEE Series Engineering Week 2026 Resmi Dibuka, 1.694 Perusahaan dari 34 Negara Hadir di JIExpo

Pameran industri 9–12 September 2026 menghadirkan delapan sektor strategis dengan luas area lebih dari 88.000 meter persegi dan mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”.
IEE Series–Engineering Week 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026), diikuti 1.694 perusahaan dari 34 negara dan kawasan dengan menghadirkan delapan sektor industri strategis. IEE Series–Engineering Week 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026), diikuti 1.694 perusahaan dari 34 negara dan kawasan dengan menghadirkan delapan sektor industri strategis.

Seputarpublik.com || JAKARTA — Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series–Engineering Week 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, gelaran yang berlangsung hingga 12 September 2026 tersebut mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu rangkaian pameran.

Engineering Week 2026 diikuti 1.694 perusahaan dari 34 negara dan kawasan, dengan luas area pameran lebih dari 88.000 meter persegi.

Penyelenggaraan tahun ini juga menjadi momentum tersendiri karena untuk pertama kalinya hall baru JIExpo Kemayoran digunakan untuk mendukung pameran industri berskala besar tersebut.

Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, mengatakan skala dan keberagaman sektor yang hadir menunjukkan semakin kuatnya keterhubungan antarindustri.

“Bagi kami Engineering Week, yang membawa tema Sustainability for Industrial Transformation merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berupaya menyediakan platform yang dapat mempertemukan berbagai sektor industri, terlebih manakala kebutuhan antarindustri semakin saling terhubung,” ujar Lia dalam pembukaan acara.

Menurut Lia, pertemuan lintas sektor tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi mengenai teknologi, tetapi juga menghasilkan kemitraan dan solusi yang dapat diterapkan di lapangan.

“Kami berharap forum ini akan melahirkan kemitraan strategis, solusi yang inovatif, dan komitmen bersama yang dapat langsung diimplementasikan di lapangan pada berbagai sektor,” katanya.

Delapan Sektor Industri dalam Satu Ekosistem


Engineering Week 2026 menghadirkan delapan sektor industri dalam satu ekosistem, yaitu Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, GIFA Indonesia & METEC Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show South-east Asia–Indonesia, Water Indonesia, serta ADEXCO (Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference).

Kedelapan sektor tersebut memiliki bidang yang berbeda, namun saling berkaitan dalam rantai industri nasional.

Mining Indonesia merepresentasikan sektor pertambangan dan sumber daya, sedangkan Oil & Gas Indonesia memperkuat ekosistem energi dan operasional industri.

Di sisi pengolahan material, GIFA Indonesia dan METEC Indonesia menghadirkan teknologi pengecoran, pengolahan logam, dan metalurgi yang berperan dalam meningkatkan nilai tambah bahan baku.

Sementara Construction Indonesia dan Concrete Show South-east Asia–Indonesia menghadirkan teknologi serta kebutuhan pembangunan infrastruktur dan material konstruksi.

Water Indonesia berfokus pada pengelolaan air dan utilitas. Adapun ADEXCO membawa perspektif mengenai manajemen bencana, perlindungan sipil, kesiapsiagaan, dan ketahanan.

Kehadiran berbagai sektor tersebut dalam satu lokasi memperlihatkan keterkaitan rantai industri, mulai dari sumber daya dan energi, pengolahan material, pembangunan infrastruktur, pengelolaan utilitas, hingga kemampuan menghadapi berbagai risiko.

Pemerintah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Febrian Alphyanto Ruddyard menilai kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem industri yang lebih kuat.

Menurut Febrian, kualitas pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga kemampuan berbagai institusi untuk bekerja secara terpadu.

“Tantangan saat ini bukanlah sekadar menciptakan lebih banyak kebijakan, kerangka kerja, atau lembaga. Elemen-elemen tersebut sudah kita miliki. Tantangannya adalah membuat semuanya bekerja sama,” ujar Febrian.

Ia menekankan pentingnya sistem pertanggungjawaban bersama yang didukung informasi terpadu, pembiayaan terkoordinasi, dan akuntabilitas bersama.

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan transformasi industri perlu berjalan beriringan dengan penguatan teknologi dan infrastruktur.

“Transformasi industri Indonesia perlu didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan yang disertai dengan penguatan teknologi, infrastruktur, dan efisiensi,” kata Yuliot.

Menurut Yuliot, kekayaan sumber daya alam Indonesia perlu diterjemahkan menjadi nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Karena itu, pembangunan industri tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga penguatan rantai nilai dan daya saing.

Keberlanjutan Jadi Bagian dari Daya Saing

Tema keberlanjutan yang diusung Engineering Week 2026 menjadi bagian dari pembahasan transformasi industri.

Efisiensi energi dan material, produktivitas, pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, keselamatan operasional, pengelolaan air, serta kemampuan menghadapi risiko menjadi sejumlah isu yang semakin penting bagi keberlanjutan industri.

Dengan perspektif tersebut, transformasi industri tidak hanya berkaitan dengan penggunaan mesin atau teknologi baru, tetapi juga kemampuan membangun sistem industri yang efisien, tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Hadirkan Forum Industri dan Pertukaran Pengetahuan

Selain pameran teknologi, Engineering Week 2026 menghadirkan berbagai forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Di sektor utilitas, salah satunya adalah Indonesia Water Forum (IWF) 2026 yang diselenggarakan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI).

Forum tersebut dibuka dengan keynote speech Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Nazib Faizal, S.T., M.Sc.

Pembahasan IWF 2026 mencakup arah tata kelola air minum untuk mendukung swasembada air menuju Indonesia Emas 2045, serta transformasi tata kelola air minum dan air limbah di Indonesia.

Dimensi ketahanan juga menjadi bagian dari Engineering Week 2026 melalui ADEXCO dan The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026.

GFSR mempertemukan pemerintah, sektor swasta, akademisi, organisasi internasional, dan pemangku kepentingan untuk membahas penguatan ketahanan berkelanjutan.

Sementara ADEXCO menghadirkan pelaku industri yang bergerak di bidang pengelolaan bencana, perlindungan sipil, mitigasi, hingga pemulihan.

Berbagai forum tersebut memperluas pembahasan Engineering Week 2026 dari teknologi dan investasi hingga bagaimana industri dapat tumbuh sekaligus menghadapi perubahan dan risiko.

Menyatukan Rantai Industri Indonesia

Penyelenggaraan IEE Series–Engineering Week 2026 menunjukkan bahwa transformasi industri membutuhkan keterhubungan antarsektor.

Sumber daya, energi, teknologi pengolahan material, infrastruktur, utilitas, hingga ketahanan menjadi bagian yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem industri nasional.

Melalui pertemuan delapan sektor tersebut, Engineering Week 2026 menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku industri untuk menemukan peluang baru, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat daya saing.

Seluruh rangkaian IEE Series–Engineering Week 2026 berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan agenda pameran, seminar, forum industri, business networking, dan berbagai program pendukung.

Informasi mengenai rangkaian acara Engineering Week 2026 tersedia melalui situs resmi IEE Series.(*/hel)