Selain mendorong penjualan kendaraan, IIMS 2026 juga dinilai menjadi ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan industri, mulai dari produsen, distributor, hingga pelaku industri pendukung. Pameran ini diharapkan mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan serta menstimulasi investasi baru di sektor otomotif nasional.
Penyelenggara IIMS 2026, Dyandra Promosindo, menargetkan nilai transaksi mencapai **Rp8 triliun, setara dengan capaian pameran tahun sebelumnya. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi IIMS 2024 yang membukukan transaksi sebesar Rp6,7 triliun.

Tahun ini, IIMS digelar di area seluas 156.170 meter persegi dan diikuti lebih dari 180 merek otomotif serta industri pendukung. Sebanyak 35 merek kendaraan roda empat dipastikan berpartisipasi, mulai dari produsen mobil konvensional hingga merek yang fokus pada kendaraan listrik dan teknologi hijau.
Sementara itu, segmen kendaraan roda dua juga menunjukkan pertumbuhan dengan kehadiran 26 merek sepeda motor, termasuk produsen motor listrik yang terus memperluas pasar di Indonesia.
IIMS 2026 akan berlangsung hingga 15 Februari 2026. Selain menjadi ajang peluncuran produk terbaru, pameran ini juga dipandang sebagai indikator awal arah pergerakan industri otomotif Indonesia sepanjang tahun ini. (*/Hel)*
Komentar