"Kami akan menghitung berapa banyak rumah yang perlu direnovasi, dan dalam waktu lima tahun, semua akan kita selesaikan," ungkap Dedi Mulyadi.
KDM juga berharap, dengan adanya tambahan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dukungan pemerintah daerah, program ini dapat berjalan lebih efektif.
"Jika dana pusat bisa turun, renovasi rumah prasejahtera bisa mencapai Rp 100 juta, dan tentunya itu akan lebih baik untuk masyarakat," paparnya.
Sementara itu, Alih Fungsi Rumah Dinas Gubernur Jadi Museum, KDM akan mengubah fungsi Gedung Pakuan yang menjadi rumah dinas gubernur yang dimiliki Pemprov Jawa Barat. Gedung itu akan dijadikan museum dan ruang baca yang terbuka untuk masyarakat umum.
"Gedung Pakuan yang rumah dinas itu saya akan rencanakan menjadi museum Tatar Sunda, museum digital dan termasuk di dalamnya gedung perpustakaan baik perpustakaan dalam bentuk buku manual maupun ebook," ungkap KDM, Kamis (28/11/2024).
Masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas dalam hal positif, baik mengenal sejarah maupun mempelajari pelajar yang ada di perpustakaan.
"Jadi saya ingin seluruh rakyat Jabar ke situ nanti menikmati gedung peninggalan pemerintah kolonial kemudian terwarisi gedungnya dengan baik sampai hari ini kemudian bisa menikmati mereka di situ numpuk membaca, menganalisis sejarah dan edukasi bagi publik," Pungkas KDM.
*(rndy).
Komentar