” Karena di khawatirkan terjadi hal yang tidak di inginkan yang lebih parah kita di lerai ( pisah ) sama teman- teman saya,”
Tentunya jika benar terjadi pengeroyokan pasti akan ada banyak luka memar disekujur tubuh , tapi nyatanya luka yang terlihat hanya sebatas terjatuh saat saya dan Abdul Rakib sedang berkelahi satu lawan satu,”.Tutupnya
Sementara dalam wawancara berbeda di rumah orang tua/keluarga B (Pelajar) , Ibunya berharap agar anaknya yang masih berstatus pelajar bisa diberikan ijin pulang bersama keempat remaja lainnya, dengan diiringi tangisan sedih yang mengetahui anaknya dibawa ke POLRES Lombok Timur oleh pihak Polsek Terara,ia sangat menyayangkan kenapa harus sampai ke Polres , kenapa tidak anak anak kami ini yang masih berstatus pelajar di lakukan mediasi terlebih dahulu antara pihak keluarga dan pihak Polsek terara seharusnya mengedepankan mediasi terlebih dahulu serta melengkapi terlebih dahulu para saksi saksi yang ada,” tuturnya
Ini kan sebuah perkara antar remaja yang memang sama sama mereka inginkan, lalu kenapa kedua pihak tdk diamankan , kenapa harus anak saya yang masih berstatus pelajar saja di amankan sementara Abdul Rakib tidak diamankan dan dibawa ke POLRES sama seperti yang dialami anak saya,”ungkap ibu B sambil meneteskan air matanya,”
“Sambung Ibu B (Terlapor) , Dirinya sangat berharap kepada bapak Kapolsek Terara untuk membantu memediasi kami sesama orang tua pelapor dan terlapor agar kiranya ada jalan mufakat, musyawarah dalam penyelesaian perkara anak anak ini,”tutupnya.
(Team SP)
Komentar