"Upaya pengurangan sampah tidak hanya dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk festival dan acara publik. Melalui JEFF 2026, kami ingin menunjukkan bahwa acara besar pun bisa diselenggarakan dengan lebih bijak, tertib, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujar Dudi, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival minim sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh pihak, mulai dari pengunjung, tenant, komunitas, pelaku usaha, hingga petugas lapangan.
Sebagai implementasi konsep tersebut, panitia menyediakan 13 set tempat sampah terpilah yang terdiri atas kategori sampah organik, anorganik, dan residu di berbagai titik area festival. Selain itu, petugas dari Pramuka Saka Kalpataru disiagakan untuk membantu sekaligus mengedukasi pengunjung mengenai tata cara memilah sampah dengan benar.
Sampah yang terkumpul selanjutnya akan dikelola sesuai jenisnya. Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot oleh Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Gambir. Sampah anorganik dikumpulkan melalui Waste Station Balai Kota, sedangkan sampah residu diangkut menuju TPST Bantargebang.
Komentar