Seputar Publik / Berita

Jumlah Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Bertambah Jadi 59 Orang, 27 di Antaranya Polisi

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan kepada Geo TV bahwa si pengebom berdiri di barisan pertama jamaah.

“Waktu imam menyebutkan ‘Allaahu Akbar’, ada ledakan keras,” kata Mushtaq Khan, polisi yang mengalami luka di kepala. Ia berbicara kepada para wartawan dari tempat tidurnya di rumah sakit.

Ledakan hebat menyebabkan lantai dua bangunan masjid itu roboh hingga menimpa banyak anggota jamaah.

Gambar-gambar yang ditayangkan di televisi memperlihatkan para petugas menapaki atap bangunan yang runtuh agar bisa masuk ke bawah untuk menyelamatkan para korban yang terkubur reruntuhan.

Kelompok lokal Taliban yang dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan membantah tudingan sebagai pelaku serangan.

Penyelidikan sedang berlangsung untuk memastikan bagaimana sang penyerang bisa sampai menembus penjagaan keamanan yang istimewa tersebut dan apakah ada orang dalam yang membantu misi itu.

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, yang merupakan serangan terburuk di Peshawar sejak Maret 2022.

Pada Maret 2022, seorang pengebom bunuh diri dari kelompok ISIS menewaskan sedikitnya 58 orang di sebuah masjid ketika shalat Jumat berlangsung.

Peshawar, yang berada di ujung distrik berpenduduk suku-suku Pakistan, berbatasan dengan Afghanistan –yang dipimpin Taliban– dan kerap menjadi target serangan kelompok-kelompok garis keras, termasuk ISIS dan Taliban Pakistan.

Pengeboman pada Senin terjadi satu hari sebelum misi Dana Moneter Internasional (IMF) tiba di Islamabad untuk membicarakan pembukaan keran dana bagi ekonomi negara di Asia Selatan itu, yang sedang bergulat menangani krisis neraca pembayaran.

Tulis Komentar

Komentar