Beranda
Seputar Publik / Berita

Kartini, Pemetik Teh Malabar yang Jadi Simbol Ketangguhan SDM Perkebunan

Produktivitas tinggi dan dedikasi 24 tahun mencerminkan peran strategis pekerja dalam keberlanjutan industri perkebunan
Kartini, pemetik teh di Kebun Malabar, saat menjalankan aktivitas panen dengan produktivitas tinggi dan dedikasi selama puluhan tahun. Kartini, pemetik teh di Kebun Malabar, saat menjalankan aktivitas panen dengan produktivitas tinggi dan dedikasi selama puluhan tahun.

Seputarpublik.com, BANDUNG — Di tengah hamparan Kebun Teh Malabar Afdeling Tanara, seorang pekerja menunjukkan dedikasi dan produktivitas tinggi dalam mendukung operasional perkebunan. Sosok tersebut adalah Kartini (54), pemetik teh di lingkungan PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 yang mencatatkan kinerja produksi unggul.

Perusahaan yang merupakan bagian dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero) ini terus mendorong produktivitas dan kesejahteraan pekerja melalui penguatan budaya kerja serta pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Selama 24 tahun mengabdi sejak 2002, Kartini menunjukkan konsistensi kinerja yang tinggi. Pada Januari 2026, ia mencatatkan total produksi sebesar 9,257 ton pucuk teh, atau rata-rata sekitar 421 kilogram per hari kerja.

Bagi Kartini, capaian tersebut tidak hanya menjadi indikator produktivitas, tetapi juga bagian dari upaya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, khususnya dalam mendukung pendidikan anak-anaknya hingga jenjang yang lebih tinggi.

Asisten Afdeling Tanara, Saeful Rachmat, menyampaikan bahwa Kartini merupakan salah satu pekerja dengan tingkat disiplin dan dedikasi yang tinggi. Ia dikenal memiliki kehadiran kerja yang konsisten serta kemampuan melampaui target produksi.

Semangat kerja tersebut juga tercermin dari upayanya mencari tambahan penghasilan di luar jam kerja. Bersama suaminya, Useng, yang merupakan pensiunan bagian pemeliharaan tanaman, Kartini menjalankan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Salah satu anaknya, Nurdin Cahyadi, saat ini menempuh pendidikan pascasarjana hukum sekaligus bekerja di Kementerian Sosial. Sementara anak lainnya, Apip Ahmad, mengikuti program magang di Taiwan setelah menyelesaikan pendidikan di Politeknik Negeri Subang.

Kartini menegaskan bahwa nilai kejujuran dan kerja keras menjadi prinsip utama yang selalu ia tanamkan kepada anak-anaknya sebagai bekal menghadapi kehidupan.

Menjelang masa pensiun, ia berharap dapat terus menjaga kesehatan serta menyaksikan perkembangan keluarganya. Ia juga memiliki harapan untuk menunaikan ibadah umrah bersama suami.

Kisah Kartini mencerminkan peran sumber daya manusia sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis perkebunan. Sebagai bagian dari PT Perkebunan Nusantara I, perusahaan terus berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan.(Adv)*