Seputarpublik.com || BENGKAYANG, KALIMANTAN BARAT — Kebakaran hebat yang melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (20/8/2026) malam, menghanguskan puluhan bangunan yang berada di kawasan pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun setelah proses penanganan kebakaran, tercatat sebanyak 50 unit rumah toko (ruko) terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.20 WIB itu dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan-bangunan di sekitar lokasi. Kondisi bangunan yang berdempetan serta material yang mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan pengerahan armada dalam jumlah besar.
Sebelumnya, saat kebakaran masih berlangsung, kobaran api terlihat membakar sejumlah bangunan di kawasan pasar. Petugas gabungan kemudian berjibaku melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi api agar tidak semakin meluas.
Kapolsek Sungai Raya, AKP Imam Widhiatmoko, sebelumnya membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar, ini lagi proses pemadaman,” ujar AKP Imam saat dikonfirmasi ketika proses penanganan masih berlangsung.
50 Ruko Terdampak, 39 KK dan 119 Warga
Setelah proses pemadaman dan penanganan di lokasi selesai, pendataan sementara menunjukkan dampak kebakaran cukup besar.
Dari data yang dihimpun, sebanyak 39 kepala keluarga (KK) terdampak dengan total 119 orang.
Rinciannya, sebanyak 22 unit ruko berada di sisi kanan jalan apabila dilihat dari arah Singkawang menuju Pontianak, sedangkan 28 unit ruko berada di sisi kiri jalan.
Data tersebut tercatat dalam pendataan lapangan dan masih berstatus sementara, sehingga masih terbuka kemungkinan adanya penyesuaian setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak terkait.
Data Pendataan Dibagi Berdasarkan Dua Sisi Jalan
Berdasarkan catatan pendataan yang diterima redaksi, kelompok ruko pada salah satu sisi jalan tercatat sebanyak 22 unit dengan jumlah 14 KK.
Sementara pada sisi lainnya tercatat 28 unit ruko dengan jumlah 25 KK.
Jika dijumlahkan, keseluruhan pendataan sementara mencapai 50 unit ruko, 39 KK, dan 119 orang yang terdampak.
Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penanganan pascakebakaran, terutama untuk mengetahui kondisi warga yang kehilangan tempat usaha maupun tempat tinggal serta kebutuhan bantuan yang diperlukan.
Tidak Ada Korban Jiwa Berdasarkan Data Sementara
Dalam data sementara yang dihimpun hingga perkembangan terakhir, tidak terdapat korban jiwa akibat peristiwa kebakaran tersebut.
Meski demikian, pendataan terhadap warga terdampak masih menjadi perhatian karena kebakaran menyebabkan sejumlah bangunan yang menjadi tempat tinggal sekaligus tempat usaha warga mengalami kerusakan atau terbakar.
Kondisi pascakebakaran juga memerlukan penanganan lanjutan, termasuk pembersihan lokasi, pendataan kerugian, serta pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak.
Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan
Besarnya kobaran api sebelumnya membuat proses pemadaman melibatkan sejumlah armada pemadam kebakaran dari berbagai wilayah.
Petugas pemadam kebakaran bersama kepolisian dan unsur terkait berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang berpotensi kembali menimbulkan api.
Dukungan armada disebut berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bengkayang, Mempawah hingga Singkawang.
Kondisi angin dan padatnya bangunan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Petugas harus memastikan titik-titik api benar-benar terkendali untuk mencegah munculnya kembali kobaran api.
Penyebab Kebakaran Masih Menunggu Keterangan Resmi
Hingga perkembangan terakhir yang dihimpun redaksi, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.
Demikian pula mengenai nilai kerugian materi masih dalam proses pendataan. Besaran kerugian dapat berubah seiring dengan proses verifikasi terhadap bangunan, barang dagangan, peralatan usaha, dan harta benda milik warga yang terdampak.
Redaksi SeputarPublik.com tidak menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum terdapat keterangan resmi dari pihak yang berwenang.
Penanganan Pascakebakaran Jadi Perhatian
Dengan telah selesainya proses utama pemadaman, perhatian kini beralih pada kondisi warga terdampak serta penanganan pascakebakaran.
Pemerintah daerah, aparat, petugas terkait, maupun unsur masyarakat diharapkan dapat melakukan pendataan secara menyeluruh agar kebutuhan warga yang terdampak dapat teridentifikasi dengan baik.
Data sementara yang diterima redaksi hingga Jumat (21/8/2026) adalah:
• 50 unit ruko terdampak kebakaran
• 39 kepala keluarga (KK) terdampak
• 119 orang terdampak
• 22 ruko berada di sisi kanan jalan dari arah Singkawang menuju Pontianak
• 28 ruko berada di sisi kiri jalan
• Tidak ada korban jiwa berdasarkan data sementara
Redaksi menegaskan bahwa data tersebut merupakan data sementara hasil pendataan yang diterima, dan masih dapat diperbarui apabila terdapat hasil verifikasi terbaru dari pemerintah daerah, aparat maupun instansi terkait.
SeputarPublik.com akan terus memantau perkembangan kondisi warga terdampak, pendataan kerugian, penanganan pascakebakaran, serta informasi resmi mengenai penyebab kebakaran Pasar Sungai Duri.(Asen)*