Seputar Publik, Jakarta - Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Permata MHT Jakarta Barat, H.Naman Setiawan, mengajak seluruh anggota Permata MHT untuk terus menjaga eksistensi dan kekompakan organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1976.
Ajakan tersebut disampaikannya saat sambutan dalam acara konsolidasi dengan DPP Permata MHT di Hotel Mega Anggrek, Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (20/8/2025).
H. Naman menggambarkan Permata MHT sebagai wadah yang menyatukan berbagai kelebihan dan kekurangan anggota untuk menjadi sebuah kekuatan besar.
“Orang lain punya kelemahan, orang lain punya kekuatan. Itu sudah diatur oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana alam ada siang dan malam, ada kuat dan lemah. Permata MHT adalah wadah di mana segala kelemahan ditopang pada satu kekuatan, menjadi kesempurnaan buat kita semua,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sejak berdiri hampir setengah abad lalu, Permata MHT tetap solid, tidak pernah terpecah, dan terus menunjukkan kiprahnya hingga hari ini.
“Oleh karena itu, saya berharap mari kita kawal Permata MHT sebagai wadah berekspresi, mengawal sejarah Jakarta, serta menjaga warisan leluhur yang telah dititipkan pendahulu kita. Kita harus siap melanjutkan perjuangan agar Jakarta menjadi kota global dan berbudaya,” tegasnya.
H.Naman juga mendorong anggota Permata MHT untuk terus berkarya dan berinovasi dalam berbagai bidang. Menurutnya, setiap tindakan yang dilakukan akan memberikan hasil positif bagi organisasi dan masyarakat.
“Berpolitik silakan dilakukan secara pribadi, bukan atas nama Permata MHT. Silahkan berekspresi, berkreasi, dan berinovasi, sehingga Permata MHT bisa menjadi wadah karya yang membanggakan,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran Permata MHT dalam menjaga budaya dan akhlak masyarakat Betawi di tengah derasnya arus globalisasi.
Ia mencontohkan tradisi mengaji selepas maghriban yang menjadi ciri khas kampung Betawi dulu, serta majelis taklim yang dulu mengakar kuat di kampung-kampung Betawi.
“Sekarang kita berharap tradisi itu jangan sampai hilang. Permata MHT harus punya peran nyata dalam menjaga nilai budaya dan akhlak orang Betawi,” katanya.
Di akhir sambutannya, H. Naman mengajak seluruh anggota untuk terus bersemangat, solid, dan konsisten memperkuat peran organisasi.
“Sebagai warga Jakarta yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 siap menuju kota global, kita harus optimis. Insya Allah Permata MHT bisa ikut berkontribusi besar dalam perjalanan itu,” pungkasnya.
(Hel)