Seputar Publik / Berita

KPSTI Gelar Seminar Nasional Pencak Silat Tradisi, Dorong Digitalisasi hingga Pewarisan ke Generasi Muda

Seminar Nasional di TMII membahas penguatan pendidikan, sumber daya manusia, regulasi, dan industri kreatif agar pencak silat tetap hidup di tengah perkembangan teknologi.
Seminar Nasional Pencak Silat Tradisi Indonesia di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Minggu (30/8/2026), membahas strategi pelestarian, digitalisasi, dan pewarisan pencak silat kepada generasi muda. Seminar Nasional Pencak Silat Tradisi Indonesia di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Minggu (30/8/2026), membahas strategi pelestarian, digitalisasi, dan pewarisan pencak silat kepada generasi muda.

Mahfudz menilai pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi pencak silat untuk bersinggungan dengan industri kreatif, khususnya perfilman dan produksi konten digital.

Cerita mengenai filosofi, nilai kehidupan, hingga perjalanan para pendekar dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki daya tarik bagi masyarakat luas.

"Dunia sudah tidak berjarak dan informasi cepat tersebar," katanya.

Ia berharap semakin banyak karya kreatif yang mengangkat pencak silat sehingga generasi muda tidak hanya mengenalnya sebagai seni bela diri, tetapi juga memahami nilai budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Pencak silat sebagai pendidikan karakter

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, pencak silat juga dinilai memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Pencak silat mengajarkan kedisiplinan, keberanian, kepercayaan diri, sekaligus kemampuan mengendalikan diri.

Nilai tersebut dinilai relevan untuk diterapkan di lingkungan sekolah, termasuk sebagai salah satu pendekatan dalam mencegah perundungan atau bullying.

Tulis Komentar

Komentar