Tundra juga memperkenalkan sejumlah pelaku usaha yang memaparkan berbagai proyek potensial untuk dijalankan di Timor Leste.
"Kami berharap kunjungan ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di berbagai bidang sekaligus memperkuat jejaring AMKI di tingkat internasional," harap alumnus Lemhannas PPRA 51 itu.
Sementara itu, Dewan Penasihat AMKI, Anton Charliyan, yang juga budayawan Jawa Barat, menekankan pentingnya kerja sama budaya dalam mempererat ikatan kedua bangsa.
“Terima kasih, semoga pertemuan ini menjadi momentum istimewa untuk dapat menjalankan berbagai bidang, khususnya budaya. Kita bisa bekerja sama,” tutur mantan Kapolda Jabar lulusan Akpol 1984 itu.
Sebagai simbol persahabatan, Anton menyerahkan cinderamata berupa kujang dan ikat Sunda kepada Dubes Roberto, yang kemudian membalasnya dengan kain tenun khas Timor Leste.
Suasana semakin hangat ketika Anton menyapa dengan ungkapan budaya “Obrigadu barak,” yang dalam bahasa Tetum berarti “terima kasih banyak.” Ucapan itu dijawab oleh Roberto dengan “Hatur nuhun pisan,” ungkapan serupa dalam bahasa Sunda yang juga berarti “terima kasih banyak.”
Roberto menyampaikan apresiasi atas kunjungan AMKI beserta para investor yang hadir.
“Kami sangat terima kasih, pintu kami selalu terbuka,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Roberto juga menyampaikan bahwa Timor Leste akan segera bergabung dengan ASEAN, sebuah langkah strategis dalam memperkuat peran negaranya di kawasan Asia Tenggara.(red)
Komentar