Beranda
Seputar Publik / Megapolitan

LBIQ Peringati Puncak Milad Ke- 42 Dimeriahkan Sejumlah Aksi Sosial

Alumni LBIQ Ustadz Taufiqurrahman atau yang populer dengan panggilan ustadz pantun sedang memberikan sambutan di acara puncak Milad Ke-42 .LBIQ, Selasa (24/12/2024

Seputar Publik Jakarta – Puncak Peringatan Milad ke-42 Lembaga Bahasa dan Ilmu Al Quran (LBIQ) berlangsung di Gedung Graha Mental Spiritual, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2024)

Puncak acara milad dimeriahkan dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masih eksisnya Lembaga Bahasa dan Ilmu Al Quran (LBIQ)

Acara tersebut dihadiri ratusan alumni LBIQ dari berbagai angkatan, salah satunya pendakwah terkenal berdarah Betawi Ustadz Taufiqurrahman atau yang lebih dikenal dengan ustadz pantun, pemilik pondok pesantren Darut Taufiq Ar-Rahman, dikawasan Bogor Jawa Barat.

Ketua LBIQ, H Supli Ali SH, saat memberikan sambutannya di acara peringatan Puncak Milad Ke-42 LBIQ, Selasa (24/12/2024).

Ketua LBIQ DKI Jakarta H. Supli Ali ketika diwawancarai terkait acara mengatakan,  Hari ini merupakan Milad LBIQ yang ke-42. Tetapi, ini juga merupakan perayaan Milad pertama bagi LBIQ. Sejumlah rangkaian kegiatan yang diawali bakti sosial sudah kita lakukan.

“Kegiatan tersebut sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kita,” kata Ketua LBIQ DKI Jakarta H. Supli Ali.

Adapun rangkaian kegiatan sosial yang sudah dilakukan, kata dia, antara lain donor daran yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta. Dia mengatakan, darah sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Sedekah darah, kita tahu kebutuhan darah per hari itu ribuan kantong darah yang dibutuhkan kita dalam rangka ini, bersyukur, dan berbuat sosial kepada masyarakat melalui donor darah terkumpul 100 (pendonor) 98 kantong darah,” katanya.

Kegiatan sosial lainnya, sambungnya, membagikan sembako kepada masyarakat yang sudah lanjut usia (lansia) dan memberikan santuan kepada 100 anak yatim.

“Kita memberikan sembako buat lansia jadi bakti sosial untuk pembangunan, memberikan satu anak yatim 100 anak yatim,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata dia, LBIQ juga memberikan apresiasi kepada dosen yang sudah mengabdi 10 tahun ke atas dengan memberikan penghargaan dan piagam. Hal itu, kata dia dilakukan sebagai bukti apresiasi LBIQ terhadap pengajar.

“Bagi dosen yang sudah mengabdi 10 tahun ke atas diberikan piagam atau sertifikat sebagai bentuk apresiasi LBIQ terhadap para pengajar,” kata Supli Ali.

Pada kesempatan yang sama, LBIQ juga meluncurkan buku 42 Tahun Perjalanan LBIQ sebuah Oase Untuk Jakarta dan seragam Batik berwarna hijau dengan simbol ke-Betawi-an

“Warna hijau adalah warna yang biasa melambangkan ke-Islaman. Kemudian ada lambang Gigi Balang yang menggambarkan kekuatan dan kegigihan,” jelasnya.

Supli menambahkan, di Batik juga ada gambar gambar Kembang Goyang yang artinya LBIQ Jakarta terus bergoyang bertanda dia dinamis.

“Ada juga gambar Kembang Melati yang harum dan wangi, ” tutur Supli Ali.

Sementara itu Kabag Mental Spiritual Biro Pendidikan Mental DKI Jakarta Aceng Zaini mengatakan, LBIQ Jakarta adalah lembaga non struktural yang dibentuk Pemprov DKI Jakarta pada tahun 1981.

“LBIQ satu satunya yang ada di Indonesia yaitu di DKI Jakarta. LBIQ menjadikan masyarakat Jakarta datang untuk belajar Al-Qur’an dan bahasa Arab. Banyak juga orang datang dari berbagai daerah untuk belajar Al-Qur’an mulai dari tingkat dasar, tingkat akhir sampai belajar bahasa Arab,” ujarnya.

Dijelaskannya, pemerintah mendukung semua program LBIQ Jakarta. “Saya berharap ke depan LBIQ membuat program baru yang berkaitan dengan digitalisasi,” pungkasnya.

(Hel)