Seputar Publik / Berita

Limbah Sawit Berpotensi Hasilkan Listrik 3,9 GW, PTPN IV PalmCo Percepat Inovasi Energi Hijau

Sejalan dengan dorongan BRIN terhadap pemanfaatan limbah industri kelapa sawit, PTPN IV PalmCo terus mengembangkan teknologi pengolahan POME menjadi biogas. Inisiatif ini diarahkan untuk menekan emisi metana, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
PTPN IV PalmCo terus mengakselerasi pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (POME) menjadi energi terbarukan melalui pengembangan teknologi biogas dan Biogas Co-firing, sebagai upaya menekan emisi gas metana sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. PTPN IV PalmCo terus mengakselerasi pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (POME) menjadi energi terbarukan melalui pengembangan teknologi biogas dan Biogas Co-firing, sebagai upaya menekan emisi gas metana sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Sejumlah fasilitas dan proyek pengembangan teknologi terus dilakukan, di antaranya proyek Biogas Co-firing Lubuk Dalam serta instalasi co-firing di wilayah Regional III, seperti Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Rokan yang mulai beroperasi pada akhir 2025.

Transformasi energi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung pencapaian target penurunan emisi melalui proyek karbon, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap efisiensi biaya produksi perusahaan.

Berdasarkan keterangan perusahaan, pemanfaatan energi dari pengolahan limbah sawit berpotensi menghasilkan penghematan biaya energi hingga puluhan miliar rupiah serta menekan konsumsi solar hingga jutaan liter.

Upaya tersebut menjadi semakin relevan di tengah dinamika harga bahan bakar global dan kebutuhan industri terhadap sumber energi yang lebih efisien serta berkelanjutan.

Kembangkan Bio-CBG Bersama BRIN

Menjawab tantangan pengembangan teknologi penyimpanan biogas yang turut disoroti Kepala BRIN, PTPN IV PalmCo bersama BRIN saat ini juga tengah mengkaji pengembangan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG) berbasis limbah sawit.

Kajian tersebut diarahkan untuk mengembangkan teknologi pengolahan gas dari limbah kelapa sawit menjadi sumber energi alternatif yang dapat disimpan dan dimanfaatkan, dengan fungsi yang ditujukan menyerupai LPG.

Pengembangan Bio-CBG diharapkan membuka peluang pemanfaatan limbah sawit secara lebih optimal, tidak hanya untuk kebutuhan energi di lingkungan pabrik, tetapi juga sebagai bagian dari diversifikasi sumber energi nasional.

Melalui berbagai inovasi tersebut, PTPN IV PalmCo terus mendorong transformasi industri kelapa sawit menuju praktik operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Optimalisasi POME, pengembangan fasilitas biogas, serta kajian Bio-CBG menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengurangan emisi sekaligus memperkuat kontribusi sektor perkebunan terhadap ketahanan energi nasional.(Redaksi.)*

Tulis Komentar

Komentar