Namun, popularitas yang mereka dapatkan ternyata membawa persoalan tersendiri bagi Putik. Sosok-sosok yang pernah ditemuinya terus mengikuti dan mengganggu kehidupannya hingga membuatnya merasa lelah.
Di sisi lain, Ryan yang memiliki jiwa petualang sekaligus terobsesi dengan kompetisi ingin membawa kanal mereka ke tingkat popularitas yang lebih tinggi.
Mereka kemudian mendatangi sebuah motel tua di kawasan Malioboro yang menyimpan kamar terlarang.
Kamar tersebut konon telah ditutup sejak kematian misterius seorang perempuan beberapa tahun sebelumnya.
Meski telah mendapatkan peringatan, mereka tetap masuk ke kamar tersebut. Di sana, mereka menemukan sebuah tape recorder yang menyimpan rekaman lagu Lingsir Wengi.
Keputusan memutar rekaman tersebut kemudian menjadi awal rangkaian teror yang semakin sulit dihentikan.
Suara nyanyian mulai terdengar dari tempat-tempat yang tidak terduga. Putik juga mengalami berbagai penglihatan mengerikan yang membawanya menelusuri masa lalu motel tersebut.
Perlahan, sebuah kekuatan penuh amarah mulai menjadikan kemampuan Putik sebagai pintu masuk.
Komentar