Untuk mengikuti kegiatan dengan kapasitas terbatas, seperti Tur Balai Kota, Nonton Pilem, dan Reporter Cilik, masyarakat perlu melakukan reservasi terlebih dahulu. Pendaftaran dilakukan secara gratis melalui kanal Jakarta Smart City dan aplikasi JAKI.
Setelah reservasi berhasil, pengunjung akan memperoleh konfirmasi melalui email beserta pengingat jadwal kunjungan.
Namun, masyarakat yang datang tanpa melakukan reservasi tetap dapat mengikuti sejumlah kegiatan yang tidak memerlukan pendaftaran, antara lain layanan Mini Mall Pelayanan Publik, aktivitas komunitas di Community Playground, pertunjukan musik, serta area kuliner.
Informasi mengenai jadwal dan kegiatan Namu Balai Kota dapat dipantau melalui kanal resmi Jakarta Smart City dan akun media sosial @namu.balaikota.
Warga Sambut Positif
Antusiasme warga yang mengikuti uji coba perdana juga terlihat dari pengalaman para peserta.
Salah seorang pengunjung, Fakhri Faizullah, mengaku senang dapat melihat secara langsung berbagai fasilitas yang selama ini diketahuinya melalui pemberitaan maupun tayangan televisi.
“Ternyata fasilitasnya lebih bagus daripada yang ditayangkan di TV. Kita juga bisa melihat foto gubernur-gubernur Jakarta terdahulu. Asyik banget pokoknya,” tutur Fakhri.
Pengunjung lainnya, Siti Fatimah, juga memberikan respons positif setelah mengikuti rangkaian kegiatan.
“Seru banget. Filmnya juga bagus,” ucapnya.
Namu Balai Kota dikembangkan melalui kolaborasi Diskominfotik DKI Jakarta bersama Jakarta City Branding (JCB), dengan dukungan Biro Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah serta perangkat daerah terkait.
Melalui program tersebut, Balai Kota Jakarta tidak hanya diperkenalkan sebagai pusat aktivitas pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang yang dapat dikunjungi masyarakat untuk memperoleh pengalaman edukasi, rekreasi, mengikuti kegiatan komunitas, serta mengakses layanan publik.
*(Penulis; Helmi)
Komentar