
Dijelaskan proses pemulangan tidak begitu saja bisa dilakukan karena dokumen kependudukan pasutri tersebut belum lengkap sehingga Pemda Lingga juga harus melakukan verifikasi ulang serta melakukan test kesehatan sebelum dipulangkan. “Alhamdulillah berkat koordinasi yang baik, Pak Wastar dan istrinya yang Sakit, kini bisa kembali berkumpul dengan keluarganya di Lombok Timur. Pak Gubernur sejak kesempatan pertama memang langsung mengatensi masalah ini,” tutup Ruslan.
Pada kesempatan tersebut, Hizam Abbad, Selaku tim NTB Care mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak sehingga proses pemulangan yang cukup dramatis ini bisa tercatat dengan manis.
“Dan akhirnya selesai.. Proses itu memang panjang, Koordinasi lintas pulau, lintas lembaga, demi untuk membantu sesama. Selamat datang P.Wastar/Hanan. 28 tahun merantau di Malaysia dan Kepulauan Riau , dan sudah dianggap hilang oleh keluarga, namun sekarang sudah kembali berkumpul bersama semua keluarga di Lombok walau dlm kondisi Sakit (stroke).”
“Proses itu panjang karna ada banyak data dan dana yg harus di lalui. Semoga semua itu akan tercatat sebagai succes story yang menyenangkan. Terima kasih Pemprov NTB , Dinas Sosial NTB , Provinsi Ntb Baznas , NTB CARE, SATGAS P3S DINSOS NTB, Dinsos Kab Lingga dan Pemda Kab Lingga” jelas Hizam yang juga merupakan Fungsional Pekerja Sosial di Dinas Sosial NTB tersebut.
Ridwan, Kepala Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba turut mengapresiasi Pak Gubernur NTB atas respon cepatnya membantu warganya.
“Terima kasih Bapak Gubernur NTB atas bantuannya telah memulangkan warga kami dari Kepulauan Riau. Terima kasih juga kepada Baznas Provinsi dan Dinas Sosial Provinsi NTB serta seluruh pihak,” tutup Kades Ridwan.
(Yyt, NTB Care Official)
Komentar