Seputar Publik / Internasional

Penembakan di Alabama Amerika Serikat, Empat Orang Tewas dan 28 Terluka

Ilustrasi penembakan Ilustrasi penembakan

FBI, Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) serta penyidik dari kantor kejaksaan setempat juga sudah merespon insiden tersebut, menurut rilis dari lembaga penegakan hukum negara bagian.

Penembakan tersebut terjadi hanya berselang dua pekan dari penembakan massal di Negara Bagian Tennessee dan Kentucky, yang membuat para pemimpin setempat mengimbau pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran senjata api.

Sementara itu, Partai Republik yang bersaing untuk nominasi presiden 2024 serta anggota partai terkemuka lainnya menyatakan bahwa mereka adalah pendukung hak senjata tanpa batasan di Indiana beberapa waktu lalu saat konferensi tahunan National Rifle Association (NRA), lobi senjata terbesar di negara itu.

Pekan lalu, seorang pegawai bank menembak mati lima orang rekannya dan melukai sembilan orang lainnya di tempat kerja di Louisville, Kentucky.

Pada 27 Maret, bocah berusia sembilan tahun dan tiga staf sekolah Kristen swasta di Nashville, Tennessee, tewas di tangan mantan pelajar di sekolah tersebut.

Penembakan massal sudah menjadi hal biasa di AS karena pada 2023 saja hingga kini, sudah terjadi sebanyak 163 kali, paling tinggi sejak 2016, demikian menurut data dari Arsip Kekerasan Bersenjata.

Kelompok nirlaba tersebut mendefinisikan bahwa penembakan disebut sebagai penembakan massal jika terdapat lebih dari empat orang tewas atau terluka, tidak termasuk pelaku.

Tulis Komentar

Komentar