Seputar Publik / Megapolitan

Polsek Kebon Jeruk Selidiki Kasus Penganiayaan terhadap Wartawan, Pelaku tengah Diburu

Ilustrasi penganiayaan Ilustrasi penganiayaan

Saat kedua pelaku mengoceh, tiba-tiba pelaku memukul Nanang. Ketika tahu temannya dipukul, Jaber panggilan akrab Jainudin pun hendak membela dengan menunjukan kartu identitas wartawan, Namun pelaku makin brutal, Jaber pun kena dipukuli pelaku.

Lanjut Jaber, saat itu pelaku juga memanggil temannya yang kebetulan tidak jauh dari lokasi kejadian hingga kedua korban mengaku diinterogasi dengan menuduh korban seorang pemakai.

“Apa itu media, gak ada itu media,” kata Jaber menirukan ucapan pelaku.

Jaber mengatakan, ia sempat merekam aksi brutal pelaku menggunakan telepon genggamnya. Namun pelaku seketika merampas telepon genggam Jaber.

Pelaku juga meminta untuk menghapus rekaman video tersebut. Tidak sampai di situ, pelaku sempat ingin merampas kartu identitas wartawan milik Jaber. namun Jaber mampu menghalaunya.

“Saya sempat ajak mereka untuk bicara baik-baik di sebuah pos, mereka enga mau malah membentak saya dan mereka bilang, ‘ngapain kamu ngatur-ngatur saya’,” terang korban.

Jaber sempat menghubungi seorang teman bernama Ridwan yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun naas, Ridwan juga ikut menjadi bulan-bulanan pelaku.

Selanjutnya, para korban berhasil meninggalkan lokasi tempat kejadian menuju Polsek Kebon Jeruk untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.

Usai mendapatkan laporan dari para korban, Polisi meluncur ke tempat kejadian perkara. Namun, dilaporkan Polisi tidak menemukan pelaku.

Akibat peristiwa penganiayaan tersebut Jaber mengalaki luka serius di bagian perut. Sedangkan Nanang mengalami luka dibagian bibir dan di bagian dada.

Atas kejadian ini, Ketua SMSI Jakbar, Asen menyayangkan hal yang menimpa Jaber.

Asen pun berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku agar tidak meresahkan warga Jakarta Barat.

“Wah, mulai tidak aman Jakarta Barat! Kami berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku agar Jakarta Barat tetap aman,” ujar Asen. (*/red)

Tulis Komentar

Komentar