Dilansir dari laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional dari Bank Indonesia pada Senin sore, harga beras medium I di sejumlah pasar domestik bervariasi.
Kalimantan Selatan menempati harga tertinggi sebesar Rp17.000 per kilogram, disusul Sumatera Barat Rp15.750 per kilogram, DKI Jakarta Rp15.200 per kilogram, serta Maluku Utara, Kalimantan Barat, dan Riau masing-masing Rp15.050 per kilogram.
“Banyak negara yang harga berasnya naik, termasuk di Indonesia sedikit naik. Hati-hati mengenai hal ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Satuan Tugas Pangan Polri memastikan pasokan dan ketersediaan beras dalam kondisi aman sehingga masyarakat diimbau untuk tidak panik dan membeli kebutuhan pokok itu dalam jumlah berlebih.
Secara nasional ketersediaan stok beras per 6 September 2023 di Bulog sebanyak 1.508.362 ton yang terdiri atas stok cadangan beras pemerintah sebanyak 1.455.893 ton dan stok komersil sebanyak 52.468 ton.
Sedangkan stok di Pasar Induk Beras Cipinang sebanyak 25.840 ton dan Food Station Cipinang sebanyak 13.812 ton.
Satgas Pangan Polri juga mencatat realisasi beras operasi pasar atau stabilisasi pasokan dan harga beras (SPHP) mencapai 752.902.387 kilogram atau 752.902,38 ton.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi di Bogor, Jawa Barat, pekan lalu mengatakan pemerintah menyalurkan bantuan beras melalui SPHP untuk mengendalikan inflasi akibat harga beras di Indonesia yang diprediksi masih mengalami kenaikan hingga akhir 2023.
Ia mengatakan, kenaikan harga beras di pasar domestik telah mempengaruhi inflasi nasional sebesar 7,9 persen per Agustus 2023.
Peningkatan harga beras di pasar domestik turut dipengaruhi oleh kenaikan komponen biaya produksi hingga gabah kering, kata Arief menambahkan. (*/red)
Komentar