Seputarpublik, Jakarta – Untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng warga Ibu Kota, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya terus melakukan berbagai upaya.
Salah satunya dengan bersinergi dengan PT Borneo Mitra Bersama Sejati, PT Citra Borneo Utama Tbk, dan PT Binamas Karya Fausta dalam memproduksi maupun mendistribusikan minyak goreng.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengatakan, kebutuhan minyak goreng warga Jakarta sekitar 11 juta liter per bulannya.
“Kalau untuk wilayah Jabodetabek, kurang lebih membutuhkan 24 juta liter per setiap bulannya. Maka itu harapannya, produksi kami bersama mitra yang sebanyak 3,3 juta liter per bulan, setidaknya kami dapat mencukupi kebutuhan masyarakat kurang lebih 15 persen minyak goreng kemasan sederhana Minyakita untuk warga Jakarta,” kata Pamrihadi di acara syukuran ke-51 tahun PT Food Station Tjipinang Jaya serta produksi perdana minyakita bersama mitra bisnisnya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (28/4/2023).

Dengan produksi itu, dia berharap, pihaknya bersama mitra dapat membantu menjaga pasokan minyak goreng sekaligus menstabilkan harga.
Dia mengatakan, saat ini isu minyak goreng kemasan sederhana kadang kala pasokannya tidak lancar.
“Maka dari itu, kita hadir di sini untuk memperlancar proses suplainya dengan kapasitas total produksi 208.000 liter per jam. Kemudian harga-harga di wilayah lain kadangkala masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujarnya.
Nantinya Food Station bersama mitra akan menjual Minyakita itu, disalurkan oleh distributor dikisaran harga Rp13.000 hingga Rp13.500, meskipun HET-nya Rp14.000. Artinya distributor yang merupakan mitra Food Station masih menjual Minyakita dengan harga yang jauh di bawah HET,” tuturnya.
Dirinya juga berharap Minyakita dengan kemasan sederhana ini dapat sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang tidak melebihi HET.
“Jadi harapannya Minyakita yang sampai di masyarakat harganya tidak lebih dari HET,” ujar Pamrihadi.
Sedangkan untuk penjualan dan distribusi, sementara ini pendistribusian Minyakita masih fokus di pasar non modern.
“Karena pasar modern belum membuka ruang untuk menjual produk Minyakita atau minyak kemasan sederhana,” ungkapnya.