Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN I Gandeng Investor China Kembangkan Budi Daya Bawang di Jawa Barat

Kolaborasi dengan Jinxiang Corporation dorong hilirisasi pangan dan perkuat ketahanan nasional
Jajaran PTPN I bersama investor Jinxiang Corporation saat meninjau lahan di Cianjur dan Bandung dalam rangka pengembangan budi daya bawang merah dan bawang putih terintegrasi. Jajaran PTPN I bersama investor Jinxiang Corporation saat meninjau lahan di Cianjur dan Bandung dalam rangka pengembangan budi daya bawang merah dan bawang putih terintegrasi.

Seputarpublik.com, CIANJUR — PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) menjalin kerja sama strategis dengan Jinxiang Corporation, investor asal Tiongkok, dalam pengembangan budi daya bawang merah dan bawang putih di Jawa Barat. Kolaborasi ini ditandai dengan kegiatan survei lahan milik PTPN I di wilayah Cianjur dan Bandung pada Rabu (22/4/2026).

PTPN I merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang terus mendorong optimalisasi aset perkebunan guna mendukung program strategis nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan.

Dari pihak holding, kegiatan ini dihadiri Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) Rizal Damanik, Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar, Region Head PTPN I Regional 2 Desmanto, serta sejumlah pejabat dan ahli dari PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN). Sementara dari pihak investor, hadir CEO Jinxiang Group, Mr. Yang, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Petani Bawang China.

Rombongan meninjau langsung lahan di Kebun Gedeh, Kabupaten Cianjur, serta Kebun Rancabali, Kabupaten Bandung, yang berada dalam wilayah kerja PTPN I Regional 2.

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal Damanik, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Kementerian Pertanian dalam rangka penyediaan lahan guna mendukung swasembada pangan nasional.

“Secara nasional, target ketersediaan lahan tahun ini mencapai 10.000 hektare dengan fokus utama di Jawa Barat,” ujar Rizal.

Direktur Operasional PTPN I, Fauzi Omar, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan lahan produktif guna mendukung hilirisasi sektor pangan.

“PTPN I berkomitmen mendukung mandat hilirisasi pemerintah dengan menyediakan lahan strategis di Regional 2 Jawa Barat bagi investor global. Ketersediaan lahan ini tidak hanya untuk aktivitas budidaya, tetapi juga untuk membangun ekosistem industri pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Fauzi.

Ia menambahkan, optimalisasi lahan dilakukan melalui kajian komprehensif dengan tetap memperhatikan sinergi bersama program Pemberdayaan Masyarakat Desa sekitar Kebun (PMDK).

“Langkah ini bertujuan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi korporasi maupun masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Survei ini merupakan tahap awal untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan dengan mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, serta prinsip keberlanjutan.

Sementara itu, CEO Jinxiang Group, Mr. Yang, menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan bisnis bawang secara terintegrasi di Indonesia. Ia menilai lahan milik PTPN I di wilayah Bandung, Subang, dan Cianjur memiliki potensi yang sesuai dengan varietas unggul bawang merah dan bawang putih asal Tiongkok.

“Pemerintah Indonesia memberikan dukungan terhadap program ini. Kami ingin membangun pusat produksi yang kuat di Indonesia. Saat ini, kami juga telah memulai produksi percontohan di kawasan Pacet, Cianjur,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya berencana membawa tiga varietas unggul yang tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga pasar ekspor, termasuk Eropa, serta sebagai bahan baku industri obat tradisional.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian serta hasil Rapat Kerja dengan DPR RI terkait penguatan cadangan benih bawang putih nasional.

Melalui kolaborasi ini, Holding Perkebunan Nusantara optimistis dapat memperkuat peran sebagai penggerak hilirisasi sektor pangan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional berbasis kemitraan strategis global.(Adv)*