Seputarpublik.com, KAMPAR — PTPN IV Regional III mencatat kinerja operasional yang positif pada awal tahun 2026. Capaian produksi perusahaan melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), baik pada sektor on-farm (pengelolaan kebun) maupun off-farm (pengolahan pabrik).
Capaian tersebut dipaparkan oleh Operation Head PTPN IV Regional III, Sori Ritonga, dalam kunjungan kerja tim Operational Strategic Advisory (OSA) PTPN III (Persero) di Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Riau.
Kunjungan tersebut dihadiri tim OSA yang dipimpin Amal Bakti Pulungan dan Ahmad Haslan Saragih, serta jajaran manajemen regional.
Dalam pemaparannya, Sori menyampaikan bahwa realisasi produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti pada dua bulan pertama 2026 mencapai 244 ribu ton, atau sekitar 105 persen dari target RKAP sebesar 230 ribu ton.
“Kinerja ini menunjukkan perbaikan tata kelola operasional mulai memberikan hasil positif, baik dari sisi pemeliharaan tanaman, manajemen panen, hingga optimalisasi pengolahan di pabrik,” ujarnya.
Sejalan dengan kinerja kebun, sektor pengolahan di PKS juga menunjukkan performa yang solid. Volume TBS yang diolah mencapai lebih dari 417 ribu ton, melampaui target periode yang sama.
Dari capaian tersebut, perusahaan memproduksi sekitar 33,58 ribu ton crude palm oil (CPO) atau 117 persen dari RKAP, serta 9,2 ribu ton inti sawit (kernel) atau 137 persen dari target. Efisiensi operasional pabrik juga terjaga, ditandai dengan tingkat kehilangan minyak (oil losses) yang berada di bawah standar industri.
Menurut Sori, capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam memperkuat disiplin operasional serta mengoptimalkan berbagai inisiatif efisiensi di kebun dan pabrik.
“Selain menjaga produktivitas, kami terus mendorong efisiensi pengolahan agar rendemen tetap optimal dan losses dapat ditekan,” tambahnya.
Tim OSA PTPN III (Persero) turut mengapresiasi berbagai inisiatif yang dilakukan Regional III. Ahmad Haslan Saragih mendorong optimalisasi harga pokok produksi (HPP) guna meningkatkan daya saing operasional.
Ia juga menyoroti penerapan sistem hatch and carry sebagai inovasi yang dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
Sementara itu, Amal Bakti Pulungan mengapresiasi peningkatan produktivitas yang dinilai signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Peningkatan produktivitas ini merupakan capaian yang membanggakan. Namun, ke depan perusahaan tetap perlu menjaga konsistensi dan terus meningkatkan kinerja,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga momentum perbaikan dan terus mencari ruang peningkatan (room for improvement) seiring target yang semakin menantang.
Usai pemaparan, tim OSA melanjutkan kunjungan lapangan ke area kebun dan fasilitas PKS Sei Pagar guna memastikan implementasi berbagai inisiatif operasional berjalan optimal.
Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan strategis sekaligus memastikan peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional dapat dijalankan secara konsisten di lapangan.(Adv)*