Seputarpublik.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat ibu kota.
Dalam sambutannya, Rano menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung.
> “Safari Ramadan dilakukan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, meningkatkan syiar Islam, serta mendengarkan aspirasi warga,” ujar Rano.
Rano mengaku terkesan dengan Masjid Lautze yang memiliki nilai historis dan karakter arsitektur yang khas. Masjid ini dikenal dengan nuansa budaya Tionghoa yang kental dan menjadi simbol keberagaman di Jakarta.
> “Saya merasa terhormat bisa memulai rangkaian Safari Ramadan di masjid yang begitu ikonik ini. Masjid Lautze memiliki keunikan tersendiri dengan arsitektur khas Tionghoa yang dominan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Rano juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas doa masyarakat kepada dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung selama setahun memimpin Jakarta.
> “Alhamdulillah, kemarin genap satu tahun kami memimpin DKI Jakarta. Tentu satu tahun belum cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan Jakarta yang begitu kompleks,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rano mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan memperkuat toleransi antarumat beragama selama Bulan Suci Ramadan.
> “Toleransi beragama adalah fondasi yang diajarkan sejak kecil oleh orang tua kita. Kita mungkin berbeda latar belakang, tetapi dipersatukan sebagai bangsa Indonesia. Di situlah kolaborasi dalam keberagaman masyarakat Jakarta terlihat nyata,” ujarnya.
Rano juga memberikan penghormatan khusus kepada Haji Karim Oei, sosok yang namanya diabadikan sebagai yayasan pengelola Masjid Lautze. Menurutnya, Karim Oei merupakan teladan dalam hal integritas, nasionalisme, dan inklusivitas.
> “Haji Karim Oei adalah sosok three in one: pebisnis sukses, pejuang nasional yang gigih melawan kolonialisme, serta tokoh agama yang tawadhu setelah menjadi mualaf. Semangat inklusivitas beliau harus terus hidup di masjid ini,” ucap Rano.
Ia berharap Safari Ramadan ini dapat mempererat ukhuwah islamiyah dan membawa keberkahan bagi Jakarta.
> “Mudah-mudahan Ramadan ini membawa berkah bagi Jakarta dan Allah mengaruniakan kemuliaan bagi kita semua, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya.(*/hel)