Seputarpublik, Lombok Barat – Soft opening Pabrik Block Solutions di Lombok pada Senin 26 Juni 2023 menjadi momen bersejarah bagi industri teknologi di Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan pemerintah, duta besar, dan pengusaha ternama.
Kehadiran para tamu undangan disambut dengan pertunjukan Gendang Beleq dari Sanggar Budaya Pelangi dan Tari Kembang Setanggi dari Sanggar Tari Dewi Saraswati.

Dalam sambutannya, Kepala Brida NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si., menjelaskan tiga manfaat hadirnya pabrik Block Solutions di Lombok. Pertama, pabrik ini membantu mengurangi limbah plastik dan emisi karbon di lingkungan. Kedua, pabrik ini menggunakan limbah plastik sebagai bahan baku untuk menghasilkan block. Ketiga, pabrik ini juga berfungsi sebagai pusat riset, inovasi, dan transfer teknologi serta dapat menjadi objek wisata terkait pengolahan block ramah lingkungan.
Jimmy Hutasoit, Country Director Block Solutions Indonesia, menyampaikan kebanggaannya atas pembukaan pabrik ini dan berharap Block Solutions dapat terus berkontribusi dalam mengembangkan sektor teknologi di Indonesia. Dalam pidatonya, ia menyebut Block Solutions Indonesia sebagai “hari lahir seorang bayi bernama inovasi yang berwawasan lingkungan” dan berharap bayi inovasi tersebut dapat tumbuh besar dan menjadi solusi dalam menangani masalah sampah plastik.
Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, dan Konsul Jenderal Australia, Anthea Griffin, hadir dalam acara tersebut untuk menunjukkan dukungan dan kepercayaan negara mereka terhadap kemajuan teknologi di Indonesia. Duncan Ward dan Brad Moreland, Executive Director Block Solutions Asia, juga hadir dan memberikan penjelasan mengenai inovasi terbaru yang akan dihasilkan oleh pabrik Block Solutions di Lombok. Markus Silfverberg, Pendiri Block Solutions Finland, juga menghadiri acara ini dan memberikan apresiasi atas kerja sama antara Block Solutions Indonesia dan Block Solutions Finland dalam mendorong perkembangan teknologi di Indonesia.

Tanya Armstrong, CEO Classroom of Hope, organisasi asal Australia Barat yang berkomitmen untuk mendukung pendidikan di Indonesia, juga hadir dalam acara ini. Kehadiran organisasi ini menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat luas.
Acara soft opening pabrik Block Solutions juga dihadiri oleh Christian Banno sebagai perwakilan investor yang menyumbangkan dana sebesar 3 juta euro untuk pembangunan pabrik ini. Christine Halim, Ketua ADUPI (Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia), menyatakan bahwa pembangunan pabrik ini merupakan “the best job” yang pernah dia lihat dan merupakan inovasi yang bagus dalam mengolah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Soft opening Pabrik Block Solutions di Lombok, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., menyampaikan dua hal penting terkait dengan pembangunan berkelanjutan. Pertama, ia menyebut isu teknologi sebagai hal yang penting dalam pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, hadirnya Pabrik Block Solutions diharapkan dapat mengatasi isu teknologi dan berkontribusi pada kemajuan sektor industri teknologi di NTB.
Kedua, Gubernur Zulkieflimansyah juga menyoroti isu lingkungan sebagai aspek penting dalam pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, diharapkan Pabrik Block Solutions dapat memperhatikan dan mengimplementasikan praktik ramah lingkungan dalam operasionalnya. Dukungan pemerintah, duta besar, dan tokoh pengusaha ternama pada acara soft opening ini menunjukkan komitmen Block Solutions dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara keseluruhan.

Soft Opening pabrik ini menjadi tonggak bersejarah bagi perkembangan industri teknologi di NTB. Dengan menjadi pusat produksi teknologi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, Pabrik Block Solutions diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Langkah awal ini dianggap sebagai sebuah progres yang menggembirakan menuju masa depan cerah bagi industri teknologi Indonesia secara keseluruhan.
(Team SP)