“BKMT adalah gerakan hati,” ujar Syifa.
Karena itu, ia menilai BKMT tidak boleh hanya bertumpu pada pola gerakan masa lalu. Perubahan sosial dan perkembangan teknologi mengharuskan organisasi mampu membaca tantangan sekaligus peluang yang muncul di masa depan.
“BKMT harus mau membaca masa depan,” tegasnya.
Kepemimpinan Syifa pada periode 2026–2031 pun menghadapi tantangan untuk menjaga kesinambungan jaringan dakwah yang telah dibangun selama puluhan tahun, sekaligus memperluas kontribusi BKMT dalam bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dakwah dan Pemberdayaan Ekonomi
Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut menilai perjalanan 45 tahun BKMT menunjukkan besarnya potensi organisasi dalam pemberdayaan masyarakat.
Ia mendorong penguatan ekonomi umat melalui gerakan koperasi yang berlandaskan kebersamaan dan gotong royong. Salah satunya melalui pengembangan koperasi berbasis masjid.
Menurut Ferry, jaringan majelis taklim yang mengakar di tengah masyarakat dapat menjadi kekuatan sosial dalam membangun kemandirian ekonomi.
Komentar