Seputarpublik.com || TANGERANG SELATAN, — Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Antisipasi Toxic Relationship dalam Komunikasi Keluarga Fatherless” di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 01 Ciputat, Tangerang Selatan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 1, 5, dan 12 Agustus 2026 dengan sasaran utama para guru MI Muhammadiyah 01 Ciputat.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UHAMKA, Dr. Hj. Novi Andayani Praptiningsih, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membekali para guru agar dapat berperan sebagai agent of change dalam mengantisipasi secara cerdas potensi toxic relationship dalam komunikasi keluarga dengan kondisi fatherless.

Menurut Novi, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan, di antaranya memberikan edukasi mengenai toxic relationship dalam komunikasi keluarga fatherless serta dampaknya terhadap kesehatan mental.
Selain itu, kegiatan tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi pola hubungan dan komunikasi yang tidak sehat dalam keluarga.
“Kehilangan atau kurangnya figur ayah sebagai sumber dukungan emosional dan role model memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kesulitan mengelola emosi, hingga mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, ketidakstabilan psikologis, serta gangguan komunikasi dan perilaku,” ujar Novi.
Ia menjelaskan, kondisi fatherless dapat terjadi dalam berbagai situasi, antara lain karena pekerjaan ayah yang mengharuskan meninggalkan keluarga dalam waktu cukup lama, perceraian kedua orang tua, ayah meninggal dunia, ayah menelantarkan anak, maupun kondisi ketika ayah tidak mengakui anaknya.
Menurutnya, keberadaan figur ayah dalam kehidupan anak dapat berperan dalam memberikan stabilitas, perlindungan, serta rasa aman.
Sementara itu, anggota tim, Dr. Silvie Mil, M.Pd., menyampaikan bahwa mitra sasaran sebelumnya belum memperoleh sosialisasi secara khusus mengenai dampak toxic relationship terhadap komunikasi dalam keluarga dengan kondisi fatherless.
“Hal inilah yang memunculkan gagasan tim Pengabdian Masyarakat UHAMKA untuk bergerak melakukan pendampingan antisipasi toxic relationship pada komunikasi keluarga fatherless,” tutur Dr. Titis Gandariani, M.I.Kom., yang juga merupakan anggota tim.
Peserta Aktif Mengikuti Pendampingan

Program Kemitraan Masyarakat tersebut berlangsung sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kegiatan juga mendapat sambutan positif dari para peserta.
Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan secara konsisten hingga kegiatan berakhir.
Dalam pelaksanaannya, peserta juga menunjukkan perubahan positif, khususnya dalam meningkatkan sikap proaktif dan responsif terhadap upaya menjaga kesehatan mental siswa yang berada dalam kondisi fatherless.
Tim UHAMKA juga mendorong para guru agar tidak bersikap permisif terhadap pola komunikasi atau hubungan yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan siswa.
Melalui kegiatan pendampingan tersebut, UHAMKA berharap para guru dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai komunikasi keluarga, sekaligus mampu berperan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesehatan mental dan perkembangan peserta didik.(Red.)*