Seputarpublik.com || DEPOK, — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas YARSI menggelar pelatihan kewirausahaan bagi santriwati MTs Ibnu Hajar Boarding School (IHBS), Depok, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini mengajak para peserta mengembangkan kreativitas melalui pembuatan kerajinan bunga dari kawat bulu sekaligus mengenal peluang usaha sejak usia sekolah.
Kegiatan bertajuk “Menumbuhkan Jiwa Wirausaha: Meraih Peluang Usaha bagi Santriwati Tsanawiyah Ibnu Hajar Boarding School melalui Pelatihan Pembuatan Kerajinan dari Kawat Bulu” tersebut berlangsung di MTs Ibnu Hajar Boarding School, Jalan Pringgondani I Nomor 34, Harjamukti, Cimanggis, Depok.
Tim PKM dipimpin Rini Hidayati, S.E., M.M. Kegiatan ini juga menghadirkan Evie Rachmawati Nur Ariyanti, S.H., M.H., yang menyampaikan materi mengenai jual beli dari perspektif hukum.
Pelaksanaan program turut didukung Hilma Suyana, S.E., M.M., CPHCM, CHCBP, CHCM, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas YARSI, serta sejumlah mahasiswa.
Bekali Santriwati dengan Pengetahuan Kewirausahaan

Dalam sesi materi, Rini Hidayati memperkenalkan pentingnya kreativitas, keberanian mencoba, dan kemampuan mengenali peluang bisnis. Pembekalan ini diharapkan dapat membantu para santriwati memahami bahwa keterampilan sederhana dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, Evie Rachmawati Nur Ariyanti memberikan pemahaman dasar mengenai jual beli dari perspektif hukum. Materi tersebut mencakup pentingnya memahami aturan dan tanggung jawab dalam transaksi perdagangan.
Perpaduan materi kewirausahaan dan hukum ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan usaha yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memperhatikan aspek tanggung jawab dalam kegiatan bisnis.
Praktik Membuat Bunga dari Kawat Bulu
Setelah mengikuti pemaparan materi, para santriwati mengikuti praktik langsung membuat bunga dari kawat bulu. Dalam kegiatan ini, peserta berkesempatan mengembangkan keterampilan tangan, mengeksplorasi kreativitas, dan mengenal tahapan pembuatan produk kerajinan.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Pengalaman praktik tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi santriwati untuk mengenali proses kreatif dalam menghasilkan produk yang menarik dan berpotensi dipasarkan.
Selain melatih keterampilan, kegiatan ini juga memperkenalkan pentingnya melihat peluang usaha dari lingkungan sekitar. Dengan pendampingan yang tepat, produk kerajinan dapat menjadi sarana belajar mengenai perencanaan usaha, pengelolaan produk, hingga pemasaran.
Tumbuhkan Kemandirian dan Jiwa Wirausaha Sejak Dini
Rini Hidayati berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dapat memberikan manfaat bagi para santriwati, terutama dalam mengembangkan kreativitas dan membangun pola pikir kewirausahaan.
“Harapan saya, program pengabdian masyarakat ini mampu menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini, memberikan manfaat, serta menggali kreativitas dalam diri siswi di IHBS Kota Depok,” ujar Rini.
Melalui program ini, tim PKM Universitas YARSI berharap para santriwati tidak hanya memperoleh keterampilan membuat kerajinan, tetapi juga memahami dasar kewirausahaan dan aspek hukum dalam transaksi jual beli.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kemandirian, keberanian berinovasi, serta semangat berwirausaha di kalangan pelajar.
Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi pengalaman belajar yang bermanfaat, baik untuk pengembangan diri maupun untuk mengenali peluang usaha di masa mendatang.
*(Penulis; Helmi)