Seputarpublik.com || JAKARTA, — Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah berkomunikasi, berbagi informasi, dan membangun jejaring tanpa batas ruang dan waktu. Namun, kemudahan tersebut juga menuntut tanggung jawab yang lebih besar agar ruang digital tidak menjadi tempat penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang dapat merugikan orang lain.
Karena itu, etika dalam bermedia dinilai menjadi salah satu bagian penting yang perlu dimiliki setiap pengguna teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Drs. Mahfudz Abdurrahman saat menjadi keynote speaker dalam Webinar Merajut Nusantara bertema “Etika Bermedia di Era Digital”, yang digelar secara virtual pada Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama BAKTI Komdigi dengan DPR RI.
Mahfudz mengatakan, perkembangan teknologi digital pada dasarnya memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Informasi dapat diperoleh dengan cepat, komunikasi menjadi semakin mudah, sementara berbagai aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi dapat dilakukan melalui ruang digital.
Namun, menurutnya, kemajuan tersebut perlu dibarengi dengan kesadaran mengenai etika dalam menggunakan media.
«“Media digital memberikan ruang yang sangat luas bagi kita untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi. Tetapi kebebasan itu juga harus disertai tanggung jawab. Jangan sampai kemudahan bermedia justru digunakan untuk merugikan orang lain,” ujarnya.»
Menurut Mahfudz, setiap pengguna media sosial perlu memahami bahwa apa yang disampaikan di ruang digital dapat memiliki konsekuensi. Sebuah unggahan yang dibuat dalam hitungan detik dapat menyebar kepada ribuan bahkan jutaan orang.
Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri untuk berpikir sebelum mengunggah maupun membagikan informasi.
«“Jangan karena ingin cepat menjadi orang pertama yang menyampaikan informasi, kita mengabaikan kebenarannya. Sebelum membagikan sesuatu, kita harus memastikan informasi itu benar, bermanfaat dan tidak merugikan pihak lain,” katanya.»
Generasi Muda Harus Jadi Pengguna Cerdas
Mahfudz juga menekankan pentingnya membangun budaya digital yang sehat di kalangan generasi muda.
Menurutnya, anak muda tidak hanya perlu dibekali kemampuan menggunakan berbagai platform digital, tetapi juga kemampuan memilah informasi serta memahami batas-batas etika dalam berkomunikasi.
Ia berharap ruang digital dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, memperluas pengetahuan, memperkuat persaudaraan, serta membuka peluang ekonomi.
«“Teknologi harus menjadi sarana untuk membangun, bukan untuk saling menjatuhkan. Mari kita jadikan ruang digital sebagai tempat berbagi pengetahuan, mempererat persaudaraan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” tuturnya.»
Sementara itu, Dr. Irawati Tjipto Priyanti menyoroti pentingnya kemampuan masyarakat memahami dampak aktivitas digital terhadap kehidupan sosial.
Menurutnya, penggunaan media secara berlebihan maupun tanpa kontrol dapat memengaruhi pola interaksi dan cara seseorang menerima informasi.
Karena itu, literasi digital dinilai perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara sehat dan bertanggung jawab.
Kreator Konten Punya Peran dalam Membentuk Budaya Digital
Di sisi lain, digital creator M. Abdul Aziz Al Fariqi melihat generasi muda memiliki posisi penting dalam membentuk budaya komunikasi di ruang digital.
Besarnya aktivitas anak muda di media sosial membuat mereka tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi, tetapi juga sebagai produsen konten.
Menurutnya, kreator konten memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi maupun materi yang dibuat tidak sekadar menarik perhatian, tetapi juga memiliki nilai positif dan tidak menyesatkan publik.
Ia mendorong para pengguna media sosial untuk semakin kreatif dalam menghasilkan konten edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Membangun Ruang Digital Sehat
Webinar Merajut Nusantara tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya etika dalam menggunakan media digital.
Kolaborasi BAKTI Komdigi dan DPR RI tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran publik bahwa membangun ruang digital yang sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Sebaliknya, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pengguna teknologi, mulai dari kemampuan memeriksa informasi sebelum membagikannya, menjaga etika komunikasi, hingga menghasilkan konten yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan semakin kuatnya literasi dan etika digital, ruang digital diharapkan dapat berkembang menjadi ruang komunikasi yang tidak hanya cepat dan terbuka, tetapi juga sehat, bertanggung jawab, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
*(Penulis; Redaksi)