Koordinator dewan juri, Ahmad Faisal Ridwan, menjelaskan penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yakni penampilan dan tata busana, keberanian serta ekspresi di atas panggung, pengetahuan dasar budaya Betawi, dan kejelasan artikulasi saat berbicara.
"Kami menilai peserta berdasarkan empat aspek utama, yaitu penampilan dan tata busana, keberanian serta ekspresi panggung, pengetahuan dasar budaya Betawi, dan kejelasan artikulasi saat berbicara," ujar Ahmad.

Kisah Inspiratif di Balik Kompetisi
Tak hanya menghadirkan persaingan, malam final juga menyimpan cerita inspiratif. Salah satunya datang dari Mendhayu Alunan Surga (13) yang berhasil meraih Juara Harapan II Kategori C.
Sang ibu, Misi Utami, tetap mendampingi putrinya sejak proses audisi hingga malam final meski harus menggunakan kursi roda. Ia mengaku bangga karena kerja keras putrinya membuahkan hasil.
Menurut Misi, Mendhayu memiliki kecintaan besar terhadap budaya Betawi. Sebagai keluarga Betawi asal Marunda, ia berharap putrinya terus memperdalam sejarah Betawi sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.
"Alhamdulillah anak saya bisa meraih Juara Harapan II. Mudah-mudahan tahun depan dia bisa belajar lebih giat lagi mendalami sejarah budaya Betawi dan semakin lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris," ujarnya.
Komentar